Bahlil Bantah Relaksasi RKAB Batu Bara Ganggu Pasokan ke PLN

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan relaksasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara tak akan mempengaruhi pasokan ke pembangkit listrik PT PLN (Persero). Dia menuturkan, pasokan ke dalam negeri masih tetap jadi prioritas.

Diketahui, relaksasi tersebut memungkinkan perusahaan memproduksi batu bara lebih tinggi dari target RKAB 2026. Bahlil menegaskan, alokasi untuk dalam negeri seperti pembangkit PLN akan menjadi prioritas.

"Jangan lagi ada orang membangun persepsi seolah-olah RKAB itu berdampak pada PLN. Ini Dirut PLN sudah menjelaskan karena kita prioritaskan dalam negeri termasuk industri-industri lainnya ya," tegas Bahlil di JICC Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Dia menyebut relaksasi RKAB batu bara tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan saat ini. "Saya kan sudah katakan bahwa kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Kita memprioritaskan terhadap kebutuhan dalam negeri. Apa itu kebutuhan dalam negeri? Semua industri dalam negeri termasuk dengan PLN," urainya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan hampir seluruh kebutuhan batu bara pembangkit listrik sudah terkontrak. Meski, ada beberapa yang masih dalam proses.

"Jadi kebutuhan batu bara untuk PT PLN (Persero) per tahun 152 juta (ton). Dan saat ini sudah ada penugasan lebih dari 200 juta. Dan kami sedang ini Bapak langsung melakukan kontrak. Dari 152 hampir semuanya tercukupi Pak saat ini sedang berproses Bapak dengan Pak Dirjen Minerba," beber dia.

"Jadi kami mengucapkan apresiasi terima kasih atas dukungan dari Pak Menteri ESDM kemudian juga Pak Dirjen Minerba sehingga kontrak untuk memenuhi 152 juta ton per tahun dengan spesifikasi yang sesuai dengan pembangkit baik milik PLN maupun milik mitra kami ini dalam proses yang sangat cepat sekali dan insyaallah terpenuhi Bapak," Darmawan menambahkan.

PLN Dapat Tambahan Batu Bara

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyatakan, pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di Jawa telah berhasil diatasi setelah pemerintah menambah pasokan batu bara berkalori menengah ke atas untuk pembangkit listrik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, tambahan pasokan tersebut berasal dari penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Tentu saja dengan adanya ini, kendala penyediaan energi listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa, ini menjadi terkoreksi dan pemadaman bergilir berhasil diselesaikan dengan baik,” kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Kamis (2/7/2026).

Jumlah Tambahan Batu Bara

Lantaran pada Juli 2026, kata dia, PLN memperoleh tambahan pasokan batu bara sebanyak 1,8 juta ton di luar kontrak yang telah berjalan. Selanjutnya, tambahan pasokan sebesar 3 juta ton disiapkan untuk Agustus hingga Desember.

“Dengan adanya tambahan batu bara berkalori 4.500 ke atas, sistem kelistrikan di Jawa yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman bergilir kini menjadi jauh lebih andal,” ungkapnya.

Apresiasi Langkah Kementerian ESDM

Menurut dia, gangguan pasokan listrik di Pulau Jawa dipicu keterbatasan ketersediaan batu bara dengan spesifikasi kalori yang dibutuhkan pembangkit. Di sisi lain, produksi batu bara nasional kini didominasi batu bara berkalori rendah, sementara produksi batu bara berkalori menengah dan tinggi terus menurun.

PLN Minta Tambahan Alokasi

Kondisi tersebut mendorong PLN mengajukan permintaan tambahan pasokan batu bara berkalori minimal 4.500 kepada Kementerian ESDM. Pemerintah kemudian memberikan penugasan khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Darmawan mengapresiasi, langkah Kementerian ESDM yang dinilai bergerak cepat menyediakan tambahan pasokan batu bara. Dia menuturkan, kontrak pasokan untuk Juli telah berjalan, sementara penugasan untuk Agustus hingga Desember juga telah disiapkan.

Dengan tambahan pasokan tersebut, kata Darmawan, kendala penyediaan energi listrik yang sempat memicu pemadaman bergilir di Pulau Jawa kini telah teratasi sehingga keandalan sistem kelistrikan kembali meningkat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |