Barcelona Mengejar Remontada: Faktor-faktor Kunci untuk Balikkan Keadaan

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona menghadapi tugas berat usai kalah 0-2 di kandang dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions. Namun, Barcelona masih memiliki sejumlah alasan kuat untuk membalikkan keadaan dan melaju ke semifinal.

Laga penentuan akan digelar di Wanda Metropolitano tengah pekan mendatang. Tim asal Catalunya itu memburu tiket semifinal yang terakhir kali mereka capai saat menjuarai kompetisi pada 2015.

Meski situasinya tidak mudah, keyakinan tetap terjaga di ruang ganti. Sejarah, statistik, serta kualitas tim menjadi modal penting untuk mengejar 'remontada'.

Rekam Jejak Comeback yang Meyakinkan

Barcelona punya catatan positif musim ini terkait kebangkitan dari situasi sulit. Tim asuhan Hansi Flick berhasil membalikkan ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 4-2 di stadion yang sama pada 2025.

Selain itu, mereka juga pernah bangkit dari skor 0-1 menjadi 3-1 pada musim ini. Hasil tersebut bahkan cukup untuk memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Dalam ajang Copa del Rey, Barcelona juga mencatat kemenangan 3-0 pada leg kedua semifinal. Secara total, mereka sudah mencatat 10 comeback musim ini, dengan rincian tujuh di Liga Spanyol dan tiga di Liga Champions.

Statistik Eropa dan Tambahan Tenaga

Secara historis, Barcelona sudah lima kali membalikkan defisit dua gol dari total 12 kesempatan di Liga Champions. Catatan ini menjadi dasar optimisme meski sebagian besar terjadi saat bermain di kandang.

Kabar baik datang dari kembalinya Frenkie de Jong yang siap memperkuat lini tengah. Kehadirannya meningkatkan kreativitas dan kontrol permainan di sektor vital.

Di sisi lain, Pedri sengaja diistirahatkan pada laga derby Catalunya akhir pekan ini demi menjaga kebugarannya. Namun, Pau Cubarsi harus absen karena menjalani sanksi larangan bermain.

Motivasi Tinggi dari Kekalahan

Kekalahan pada leg pertama meninggalkan kekecewaan mendalam di skuad Barcelona. Lamine Yamal terlihat terpukul, sementara Gavi berusaha menahan emosinya setelah pertandingan.

Situasi tersebut justru memicu semangat juang tinggi di dalam tim. Para pemain kini memiliki tekad kuat untuk membalas hasil buruk tersebut.

Pelatih Hansi Flick memimpin upaya untuk membangkitkan respons tim. Ruang ganti dipenuhi determinasi untuk membuktikan bahwa peluang lolos masih terbuka.

Sumber: Goal International

Ranking 10 Tim Terbaik Dunia Versi Opta, Arsenal Nomor 1 dan Man United Masuk 10 Besar

Read Entire Article
Bisnis | Football |