Barcelona Tetap Akan Gugat FIFA Usai Raphinha Cedera di Timnas Brasil

3 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Klub raksasa Spanyol, Barcelona, tengah menghadapi situasi pelik setelah salah satu pemain kuncinya, Raphinha, mengalami cedera saat membela Tim Nasional Brasil. Insiden ini terjadi pada 25 Maret 2026, ketika Raphinha memperkuat tim Samba dalam laga persahabatan melawan Prancis di Boston. Cedera hamstring paha kanan tersebut memaksa Raphinha menepi dari lapangan hijau selama sekitar lima minggu, menimbulkan kekhawatiran besar di kubu Blaugrana.

Akibat cedera ini, Barcelona dipastikan kehilangan Raphinha dalam serangkaian pertandingan penting, termasuk perempat final Liga Champions dan beberapa laga La Liga. Meskipun FIFA telah mengucurkan kompensasi finansial sekitar Rp2,5 miliar melalui Program Perlindungan Klub, pihak Barcelona menganggap jumlah tersebut sangat tidak memadai. Mereka merasa kompensasi yang diberikan tidak sebanding dengan kerugian olahraga yang harus ditanggung klub.

Kekecewaan mendalam ini mendorong Barcelona untuk mengambil langkah tegas. Klub Catalan tersebut dikabarkan siap mengajukan protes resmi atau gugatan kepada FIFA sebagai bentuk ketidakpuasan atas situasi ini. Mereka berargumen bahwa cedera yang dialami Raphinha seharusnya bisa dihindari, mengingat laga tersebut hanyalah pertandingan persahabatan yang dianggap "tidak penting" atau "non-kompetitif".

Raphinha Absen di Laga Krusial, Barcelona Meradang

Cedera hamstring paha kanan yang menimpa Raphinha saat membela Timnas Brasil menjadi pukulan telak bagi Barcelona. Pemain sayap berusia 29 tahun ini diproyeksikan akan absen selama kurang lebih lima minggu, dengan perkiraan kembali beraksi sekitar 28 atau 29 April 2026. Situasi ini sangat krusial mengingat Barcelona sedang berada di fase penting musim ini.

Absennya Raphinha secara otomatis membuatnya melewatkan sejumlah pertandingan vital bagi Barcelona. Di antaranya adalah perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid, sebuah laga yang sangat menentukan langkah klub di kancah Eropa. Selain itu, ia juga akan absen dalam beberapa pertandingan krusial di kompetisi La Liga, yang bisa mempengaruhi posisi Barcelona di klasemen.

Cedera ini terjadi dalam laga persahabatan melawan Prancis di Boston, yang menurut Barcelona merupakan pertandingan "non-kompetitif". Pihak klub menyatakan "kemarahan" dan "kekecewaan" atas insiden tersebut. Mereka merasa bahwa cedera ini seharusnya dapat dihindari, terutama karena terjadi dalam sebuah pertandingan yang tidak memiliki urgensi kompetitif.

Berdasarkan Program Perlindungan Klub (Club Protection Programme) FIFA, Barcelona memang berhak menerima kompensasi finansial. Program ini berlaku jika seorang pemain mengalami cedera saat tugas internasional dan absen melebihi ambang batas minimum 28 hari. FIFA akan membayar kompensasi harian kepada Barcelona sebesar €20.548. Pembayaran kompensasi harian ini akan dimulai pada 23 April 2026, setelah ambang batas 28 hari terpenuhi. Jika Raphinha kembali sesuai perkiraan waktu pemulihan lima minggu, Barcelona diperkirakan akan menerima total kompensasi sekitar €143.836. Nominal ini setara dengan sekitar Rp2,5 miliar, berdasarkan kurs saat ini. Namun, nominal tersebut dinilai "sangat tidak memadai" oleh manajemen Barcelona. Klub berpendapat bahwa jumlah Rp2,5 miliar tersebut "terlalu kecil" jika dibandingkan dengan dampak olahraga yang ditimbulkan oleh absennya Raphinha. Kehilangan pemain kunci di fase penting musim dianggap tidak bisa digantikan hanya dengan kompensasi finansial semata. Program perlindungan ini memiliki periode cakupan maksimum 365 hari dan batas finansial sebesar €7,5 juta per cedera. Meskipun demikian, bagi Barcelona, kerugian yang bersifat non-finansial, seperti potensi kehilangan gelar atau penurunan performa tim, jauh lebih besar daripada nilai uang yang diterima dari FIFA.

Read Entire Article
Bisnis | Football |