Juventus Belum Cukup Kuat untuk Standar Permainan Luciano Spalletti

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Juventus kembali menghadapi kritik setelah gagal mengamankan tiket Liga Champions. Mantan gelandang mereka, Alessio Tacchinardi, menilai kualitas skuad saat ini belum mampu memenuhi standar permainan yang diinginkan Luciano Spalletti.

Meski begitu, Spalletti tetap mendapat dukungan dari internal klub setelah mampu membawa perubahan dalam performa tim sejak datang ke Turin. Juventus dianggap mulai memiliki identitas permainan yang lebih jelas di tengah musim yang sulit.

Kegagalan tampil di kompetisi elite Eropa menjadi pukulan besar bagi Juventus. Namun, manajemen masih percaya Spalletti dapat membawa klub kembali bersaing jika memperoleh komposisi pemain yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.

Juventus Masih Percaya pada Spalletti

Spalletti memiliki reputasi kuat sebagai salah satu pelatih terbaik Italia dalam beberapa tahun terakhir. Ia sebelumnya sukses membawa Napoli meraih gelar Serie A pada 2023.

Pengalaman itu membuat Juventus tetap optimistis terhadap proyek yang sedang dibangun. Klub merasa pelatih berusia 67 tahun tersebut masih mampu menghadirkan trofi apabila mendapat dukungan penuh pada bursa transfer mendatang.

Juventus kini diperkirakan akan aktif mencari tambahan pemain baru pada musim panas nanti. Fokus utama mereka adalah memperbaiki kualitas skuad agar mampu tampil konsisten sepanjang musim.

Performa beberapa pemain dinilai belum stabil untuk menjalankan tuntutan taktik Spalletti. Kondisi itu terlihat dalam sejumlah laga penting yang gagal dimenangkan Juventus.

Tacchinardi Kritik Mentalitas dan Kualitas Tim

Tacchinardi secara terbuka mempertanyakan kemampuan skuad Juventus saat ini. Ia merasa tim gagal tampil maksimal pada momen penentuan musim.

“Pelatih mengatakan itu terjadi karena satu insiden. Saya tidak sepenuhnya setuju, karena Juve memiliki dua pertandingan penting untuk lolos ke Liga Champions, melawan Verona dan Fiorentina, dan mereka gagal di keduanya,” ujar Tacchinardi kepada TuttoJuve.

Ia juga merasa tuntutan Spalletti terlalu tinggi untuk kapasitas skuad sekarang. Menurutnya, Juventus belum memiliki pemain dengan kualitas yang mampu mengikuti intensitas permainan sang pelatih.

“Jadi, bagi saya, dia adalah pelatih yang ingin mendorong timnya memberikan lebih banyak, dan tim ini tidak mampu mengimbanginya karena kualitas mereka belum cukup baik,” lanjutnya.

Komentar tersebut memperlihatkan tantangan besar yang sedang dihadapi Juventus menjelang musim baru. Klub asal Turin itu kini berada dalam tekanan untuk membangun tim yang lebih kompetitif agar mampu kembali bersaing di level tertinggi Eropa.

Sumber: juvefc

Ambisi Besar Takefusa Kubo Bersama Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 di Saat Mitoma Absen

Read Entire Article
Bisnis | Football |