Barcelona vs Atletico: Tentang Camp Nou yang Masih Suci

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona kembali ke Camp Nou dengan aura dominasi yang kuat. Stadion ikonik itu kembali menjadi benteng sulit ditembus lawan. Camp Nou jadi tempat suci, belum ternodai kekalahan.

Jelang duel melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, kepercayaan diri Blaugrana meningkat. Mereka belum tersentuh kekalahan di kandang sejak kembali bermain di sana.

Kekalahan terakhir Barcelona di kandang terjadi pada Oktober 2025. Saat itu mereka takluk 1-2 dari PSG di Stadion Olimpic Lluis Companys.

Sejak kembali ke Camp Nou pada November, situasinya berubah drastis. Barcelona tampil superior di hadapan publik sendiri.

Kini, rekor impresif itu menjadi modal penting. Atletico Madrid datang dengan tantangan besar untuk mematahkan dominasi tersebut.

Camp Nou dan Produktivitas Gila Barcelona

Sejak kembali ke Camp Nou, Barcelona mencatatkan rekor sempurna. Mereka memenangkan seluruh 14 laga kandang di semua kompetisi.

Dominasi ini tidak hanya soal hasil. Produktivitas gol mereka juga sangat mencolok.

Barcelona menjadi tim paling tajam di LaLiga musim ini. Mereka mencetak 80 gol dalam 30 pertandingan.

Di Liga Champions, catatan mereka juga impresif. Blaugrana sudah mengoleksi 30 gol dari 10 laga.

Salah satu penampilan terbaik terlihat saat menghancurkan Newcastle United 7-2. Laga itu menegaskan kekuatan ofensif mereka.

Kembalinya ke Camp Nou jelas memberi dampak besar. Atmosfer stadion membantu meningkatkan intensitas permainan tim.

Meski sempat mengalami kerugian finansial akibat renovasi, sisi teknis justru mendapat keuntungan besar.

Barcelona kini menjadikan kandang sebagai senjata utama. Ini menjadi faktor krusial jelang laga penting melawan Atletico.

Ancaman Atletico dan Celah di Lini Belakang

Meski dominan, Barcelona tetap memiliki kelemahan. Garis pertahanan tinggi mereka kerap menjadi celah.

Atletico Madrid tahu cara memanfaatkan situasi ini. Dalam delapan pertemuan terakhir, mereka mencetak 14 gol ke gawang Barcelona.

Tim asuhan Diego Simeone sangat efektif dengan permainan langsung. Umpan panjang menjadi senjata utama mereka.

Pemain seperti Julian Alvarez dan Giuliano Simeone mampu mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan.

Pertemuan terakhir di liga menjadi bukti. Giuliano Simeone mencetak gol pembuka dengan skema serangan cepat.

Di sisi lain, Barcelona juga menghadapi masalah cedera. Raphinha dipastikan absen, sementara Frenkie de Jong dan Andreas Christensen juga tidak tersedia.

Sumber: FotMob

Jelang Lawan PSG, Arne Slot Puji Mental Kapten Liverpool

Read Entire Article
Bisnis | Football |