Bawa Arsenal Tekuk Bournemouth, Bukayo Saka Samai Rekor Cesc Fabregas

1 month ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bournemouth pada pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Minggu (04/01/2026). Hasil ini menjaga posisi The Gunners di puncak klasemen sementara.

Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Evanilson pada menit ke-10, Arsenal menunjukkan mental kuat untuk bangkit. Tekanan Bournemouth akhirnya dibalas dengan gol Gabriel Magalhaes dan dua gol penentu dari Declan Rice.

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena lahir dari situasi tidak ideal bagi tim asuhan Mikel Arteta. Arsenal harus bekerja keras hingga menit akhir demi memastikan tiga poin.

Di balik hasil penting tersebut, satu nama kembali mencuri perhatian publik. Bukayo Saka mencatatkan pencapaian bersejarah meski tidak turun sebagai starter.

Saka Samai Catatan Emas Fabregas

Bukayo Saka masuk dari bangku cadangan pada babak kedua dan langsung memberi dampak nyata. Ia menyumbang assist untuk salah satu gol Declan Rice yang mengubah jalannya laga.

Assist tersebut membuat Saka kini mengoleksi 105 kontribusi gol berupa gol dan assist di Premier League bersama Arsenal. Dari laporan Sportsmole, catatan itu membuatnya sejajar dengan Cesc Fabregas dalam daftar pemain dengan kontribusi gol terbanyak untuk klub.

Hanya lima nama legendaris yang berada di atas Saka dalam daftar tersebut. Mereka adalah Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Robin van Persie, Ian Wright, dan Theo Walcott.

Dengan usia yang masih relatif muda, Saka kini hanya membutuhkan satu kontribusi gol lagi untuk melampaui Fabregas. Konsistensinya menjadi aset krusial Arsenal dalam perburuan gelar musim ini.

Peluang Manchester City Kejar Arsenal Masih Terbuka

Meski kemenangan atas Bournemouth membuat Arsenal unggul tujuh poin dari Manchester City, persaingan belum sepenuhnya aman. City masih dikenal sebagai tim yang kerap menggila di paruh kedua musim.

The Citizens dijadwalkan menghadapi laga berat melawan Chelsea, yang datang dengan situasi internal tidak stabil usai pemecatan Enzo Maresca. Namun sejarah menunjukkan tim asuhan Pep Guardiola sering tampil lebih kuat dalam tekanan.

Arsenal sendiri sempat kehilangan poin pada periode Desember, meski secara umum tampil konsisten. Ketahanan mental seperti yang ditunjukkan di Vitality Stadium menjadi modal penting menuju akhir musim.

Dengan kembalinya Rodri dari cedera dan tambahan kekuatan di skuad City, duel penentuan gelar bisa terjadi saat kedua tim bertemu di Etihad pada April mendatang. Arsenal pun dituntut terus menjaga performa jika ingin mengakhiri dominasi sang rival.

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |