Benteng Besi AC Milan: 9 Nirbobol dari 17 Laga Serie A, Alarm Scudetto Sudah Menyala?

1 month ago 34

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan menunjukkan identitas baru musim 2025/2026 di bawah kendali pelatih Massimiliano Allegri. Bukan hanya tajam di depan dengan 28 gol dari 17 laga, Rossoneri tampil sangat solid di lini belakang.

Hingga pekan ke-17 Serie A 2025/2026, Milan sudah mencatat sembilan laga nirbobol. Catatan ini menjadikan mereka sejajar dengan Lazio sebagai tim dengan clean sheet terbanyak.

Milan juga baru kebobolan 13 gol. Hanya Lazio yang lebih baik dengan 12 kali kebobolan. Angka itu menegaskan kualitas pertahanan Milan sebagai salah satu yang terbaik di liga.

Konsistensi di lini belakang inilah yang membawa Milan terus bersaing di papan atas. Bahkan, Rossoneri kini duduk di puncak klasemen Serie A. Mereka benar-benar bersaing untuk gelar scudetto.

Pertahanan Kokoh, Fondasi Konsistensi Milan

Kemenangan tipis atas Cagliari pada pekan ke-17 Serie A menjadi cerminan kekuatan Milan musim ini. Tidak spektakuler, tetapi efektif dan penuh kontrol. Statistik berbicara banyak.

Clean sheet ke-9 tersebut menjadi yang terbanyak Milan dalam 17 laga awal sejak musim 2011/2012. Saat itu, Massimiliano Allegri juga berada di bangku cadangan alias jadi pelatih.

Keperkasaan Milan juga terlihat di laga tandang. Mereka baru kebobolan lima gol sepanjang musim ketika bermain di luar kandang. Angka yang sulit disaingi.

Rekor tak terkalahkan Milan kini mencapai 16 laga Serie A beruntun. Itu adalah catatan terbaik mereka sejak musim Scudetto 2021/2022.

Kolektivitas Jadi Kunci Kekuatan Lini Belakang

Mike Maignan tetap menjadi figur sentral. Kiper asal Prancis itu mencatat enam clean sheet dari 14 laga dan kerap hadir di momen krusial.

Namun, pertahanan Milan bukan soal satu nama. Fikayo Tomori tampil dominan, sementara Matteo Gabbia dan Strahinja Pavlovic memberikan stabilitas serta kedalaman skuad.

Peran sayap juga krusial. Davide Bartesaghi di kiri dan Alexis Saelemaekers di kanan disiplin dalam transisi bertahan. Mereka menutup ruang dengan efektif.

Keseimbangan semakin sempurna berkat Luka Modric dan Adrien Rabiot di lini tengah. Dengan fondasi seperti ini, Milan tidak hanya memimpin klasemen, tetapi juga mengirim pesan kuat: Scudetto bukan sekadar mimpi.

Sumber: SempreMilan

Read Entire Article
Bisnis | Football |