Biro Klasifikasi Indonesia Catat Pendapatan Rp 1,5 Triliun

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI mencatat kinerja positif sepanjang 2025, ditandai pertumbuhan pendapatan, laba operasi inti, hingga arus kas operasional.

Penguatan kinerja tersebut berlangsung di tengah transformasi perusahaan dan perubahan struktur pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Dikutip dari keterangan perusahaan, Selasa (28/7/2026), sepanjang 2025, BKI membukukan pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 13,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,3 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba operasi inti BKI meningkat 27,67% dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan juga terlihat pada operating profit margin yang mencapai 21,84%, dari sebelumnya 19,44%.

Tidak hanya pendapatan dan profitabilitas, kemampuan BKI menghasilkan kas dari kegiatan bisnis turut menguat. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat tumbuh 51,76% sepanjang 2025.

Pencapaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental perusahaan sekaligus perbaikan kualitas operasional. BKI juga terus melakukan optimalisasi sumber daya dan meningkatkan efisiensi untuk menopang pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kinerja 2025 selanjutnya menjadi modal bagi perseroan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menjalankan transformasi bisnis di tengah perubahan ekosistem BUMN.

Efisiensi Operasional BKI Meningkat

Perbaikan kinerja BKI juga tercermin dari rasio efisiensi kas operasional. Rasio tersebut meningkat dari 15,38% menjadi 20,54% sepanjang 2025.

Peningkatan ini mencerminkan kemampuan BKI menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari pendapatan sekaligus memperkuat kualitas kinerja operasional perusahaan.

BKI terus mengoptimalkan sumber daya dan memperkuat efisiensi seiring fokus pengembangan bisnis secara mandiri. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat bisnis inti perusahaan di bidang klasifikasi dan statutoria kapal.

Pada saat bersamaan, BKI melihat peluang pengembangan bisnis pada sektor Testing, Inspection, Certification, Consultancy, Classification, and Statutory (TICCS).

Penguatan ekosistem BUMN melalui Danantara menjadi salah satu momentum bagi BKI untuk mempertajam strategi tersebut. Dengan struktur pengelolaan yang lebih fokus, perseroan berupaya mengoptimalkan sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan sekaligus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas layanan BKI ke depan.

Bidik Ekonomi Hijau hingga Ekspansi Global

Berbekal kinerja keuangan 2025, BKI akan melanjutkan transformasi sekaligus memperluas peluang pertumbuhan bisnis. Perusahaan berencana memperkuat bisnis inti sembari mengembangkan sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

Sejumlah peluang yang dibidik antara lain ekonomi hijau, digitalisasi industri, serta ekspansi ke pasar global. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.

BKI juga membawa pengalaman dan kapabilitas yang telah dikembangkan selama berada dalam ekosistem IDSurvey sebagai modal untuk menjalankan strategi bisnis berikutnya.

Di sisi lain, perubahan struktur pengelolaan BUMN melalui Danantara diharapkan memberikan ruang bagi BKI untuk menjalankan strategi yang lebih fokus dan terarah.

Dengan pendapatan, profitabilitas, margin operasi, serta arus kas yang tumbuh sepanjang 2025, BKI memiliki fondasi untuk melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan.

Perseroan optimistis penguatan fundamental dan efisiensi operasional dapat mendukung peningkatan kinerja, memperluas kontribusi terhadap industri nasional, serta menciptakan nilai jangka panjang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |