Cape Verde Bermimpi Jegal Messi dan Timnas Argentina di 32 Besar Piala Dunia 2026

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Cape Verde mencatatkan sejarah dengan menjadi negara berpenduduk paling sedikit yang berhasil lolos ke babak gugur Piala Dunia. Setelah menjalani fase grup dengan penampilan impresif, wakil dari kepulauan di Samudra Atlantik itu kini bersiap menghadapi juara bertahan Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada babak 32 besar.

Tanjung Verde memastikan tiket ke fase gugur setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi di Houston. Sepanjang fase grup, Tanjung Verde tampil tanpa terkalahkan. Mereka menahan imbang Spanyol 0-0, bermain 2-2 melawan Uruguay, dan kembali meraih hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Arab Saudi.

Seusai pertandingan, para pemain berkumpul mengelilingi sebuah ponsel di tepi lapangan untuk menyaksikan laga Spanyol kontra Uruguay. Kemenangan Spanyol memastikan Tanjung Verde finis sebagai runner-up Grup H dengan raihan tiga poin dari tiga laga.

Lawan Cape Verde di babak 32 besar nanti bukan kaleng-kaleng. Mereka akan berhadapan dengan juara bertahan Piala Dunia, Timnas Argentina yang diperkuat oleh pemain terbaik dunia, Lionel Messi.

Simak komentar pihak Cape Verde soal menghadapi Argentina di bawah ini.

Cape Verde Siap Kalahkan Argentina

Kiper sekaligus kapten Timnas Cape Verde, Vozinha, mengaku sangat bangga dengan pencapaian bersejarah tersebut. Ia juga antusias menyambut kesempatan menghadapi Argentina dan Lionel Messi.

"Tidak seorang pun dari kami bermimpi bisa mencapai titik ini. Namun, kami tahu bahwa kami memiliki kualitas. Ketika datang ke Piala Dunia, mungkin banyak yang mengira kami tidak akan memenangkan satu pertandingan pun," buka Vozinha.

"Kami memiliki tim yang hebat dan pemain-pemain berkualitas. Sangat membanggakan bisa lolos ke babak berikutnya, dan menghadapi Argentina akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Bermain melawan Argentina dan Lionel Messi adalah impian setiap pesepak bola," ujar Vozinha.

Meski hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, Vozinha menegaskan timnya tetap bermain untuk meraih kemenangan.

"Kami tidak datang ke sini hanya untuk bermain imbang. Kami selalu berusaha menang. Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah karena Arab Saudi juga memiliki kualitas dan pengalaman di laga-laga seperti ini. Kami sudah mencoba segala cara untuk mencetak gol, tetapi tidak berhasil. Semua orang bisa melihat bahwa kami lebih banyak menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Kami pantas mendapatkan apresiasi," lanjutnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Keberhasilan lolos ke babak gugur juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tanjung Verde, baik yang tinggal di dalam negeri maupun diaspora yang tersebar di berbagai belahan dunia. Menurut Vozinha, pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus bermimpi. "Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu bagaimana cara bersaing. Mungkin banyak orang menganggap pemain Tanjung Verde tidak cukup bagus, tetapi kami telah membuktikan bahwa kami memiliki kualitas dan mampu bersaing di kompetisi terbesar," katanya. "Kami tumbuh dalam berbagai keterbatasan. Orang tua dan kakek-nenek kami banyak berkorban serta mengajarkan kami untuk menghargai setiap kesempatan. Kami telah menunjukkan semangat juang masyarakat Tanjung Verde, kecintaan kami terhadap negara, dan bahwa kami hadir di sini bukan hanya mewakili para pemain, tetapi juga seluruh rakyat Tanjung Verde yang tersebar di seluruh dunia. Kami memiliki hati yang besar dan kami adalah para pejuang." Sumber: Goal International

Read Entire Article
Bisnis | Football |