Chelsea Dinilai Masih Jauh dari Status Penantang Gelar, Krisis Kiper The Blues Memprihatinkan

4 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan kritik tajam terhadap Chelsea setelah kekalahan telak mereka di Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

Carragher menilai The Blues masih “sangat jauh” dari level untuk memenangkan Liga Inggris maupun Liga Champions, terutama jika belum mampu menyelesaikan masalah di posisi penjaga gawang.

Chelsea baru saja menelan kekalahan 2-5 saat bertandang ke markas PSG pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu malam. Hasil tersebut membuat langkah tim asal London itu semakin berat untuk membalikkan keadaan pada leg kedua.

Rotasi Kiper Chelsea Jadi Sorotan

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, kembali melakukan perubahan di bawah mistar. Untuk pertandingan ketiga secara beruntun, ia mengganti penjaga gawang utama. Kali ini, Filip Jorgensen dipercaya sebagai starter, menggantikan Robert Sanchez.

Namun kepercayaan tersebut tidak sepenuhnya terbayar. Jorgensen melakukan kesalahan pada gol ketiga PSG dan juga dinilai kurang kuat mengantisipasi tembakan yang berujung gol kelima tuan rumah.

Carragher pun menilai persoalan di posisi kiper telah lama menjadi masalah bagi Chelsea.

“Saya sudah lama mengkritik Chelsea. Mereka tidak akan bisa melangkah lebih jauh sebelum menyelesaikan masalah penjaga gawang,” ujar Carragher dalam tayangan CBS Sports.

Investasi Besar, Tapi Masalah Lama Belum Tuntas

Menurut Carragher, pemilik baru Chelsea sudah menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk memperkuat skuad. Bahkan, ia menilai banyak pemain berkualitas kini ada di dalam tim.

Meski demikian, masalah mendasar seperti posisi kiper masih belum terselesaikan.

Ia juga memberikan pujian kepada Rosenior yang dinilai mampu menyusun taktik dengan baik saat melawan PSG.

Carragher menilai secara permainan Chelsea sebenarnya tampil kompetitif dan mampu merepotkan lawannya. Namun kesalahan individu di lini belakang dan posisi kiper menjadi faktor yang membuat mereka akhirnya kalah telak.

“Secara taktik mereka fantastis malam ini. Tapi kesalahan besar di posisi bek tengah dan kiper membuat mereka kalah,” kata Carragher.

Menurutnya, kesalahan Jorgensen saat skor masih 2-2 menjadi titik balik pertandingan. Setelah itu, permainan Chelsea dinilai runtuh dan akhirnya kebobolan beberapa gol tambahan.

Rosenior Bela Jorgensen

Meski mendapat kritik keras, Rosenior justru memilih membela Jorgensen. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, ia menegaskan bahwa kesalahan adalah bagian dari sepak bola.

“Pemain pasti membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama, dan itu bagian dari permainan,” kata Rosenior.

Ia menambahkan bahwa Jorgensen telah mengakui kesalahannya di ruang ganti dan menunjukkan sikap bertanggung jawab.

Rosenior juga menegaskan seluruh tim harus saling mendukung, terutama dalam situasi sulit seperti ini.

“Kami semua membuat kesalahan. Terkadang dampaknya lebih besar. Ini adalah ujian karakter bagi tim,” ujarnya.

Chelsea sendiri akan kembali beraksi di liga saat menjamu Newcastle United di Stamford Bridge akhir pekan ini. Pertandingan tersebut kemungkinan kembali membuka persaingan di posisi penjaga gawang sebelum leg kedua melawan PSG digelar pekan depan.

Dengan agregat tertinggal cukup jauh, Chelsea kini menghadapi tugas berat jika ingin menjaga asa mereka tetap hidup di Liga Champions musim ini.

Rooney Sentil Barcelona, Tempo dan Intensitas Dinilai Tak Mampu Saingi Klub Premier League

Read Entire Article
Bisnis | Football |