China Minta Negara Lain Jangan Ganggu Iran

5 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

China menyatakan menolak segala bentuk intervensi atau serangan pihak lain ke Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei.

Mojtaba terpilih usai ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan keputusan menunjuk pemimpin baru jadi urusan internal Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"China menolak segala campur tangan urusan dalam negara lain dengan dalih apapun, dan kedaulatan, keamanan Iran, serta wilayah Iran yang harus dihormati," kata Guo dalam konferensi pers rutin di Beijing, pada Senin (9/3), dikutip AFP.

Iran mengumumkan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi pada Senin usai terpilih dalam forum yang digelar Majelis Ahli.

"Dengan suara yang menentukan, Majelis Hali menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hossenini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem sakral Republik Islam Iran," demikian pernyataan Majelis Ahli.

Mojtaba merupakan ulama level menengah yang memiliki pengaruh dalam pasukan keamanan Iran serta jaringan bisnis besar yang berkembang di bawah pimpinan ayahnya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat memberi sinyal akan memberi dukungan total jika Mojtaba yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi iran.

Setelah Mojtaba terpilih, para petinggi IRGC bersumpah setia kepada pemimpin baru itu.

Mojtaba naik ke kursi kekuasaan usai Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi Amerika Serikat dan Israel ke negara itu pada 28 Februari.

Dalam misinya meluncurkan operasi di Iran, Presiden Donald Trump menegaskan ambisi imiperialisnya dengan keinginan dia mengganti rezim di negara tersebut. Namun, kepemimpinan ulama Iran telah mengakar kuat sehingga sulit digoyah.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |