Cole Palmer Mulai Tak Betah di Chelsea, Raksasa Eropa Siaga Satu

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Masa depan Cole Palmer di Chelsea mulai menjadi tanda tanya besar. Gelandang serang Timnas Inggris itu dikabarkan semakin tidak nyaman dan membuka peluang hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.

Sejumlah klub elite Eropa seperti Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Munich disebut siap bersaing untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 23 tahun tersebut. Palmer bahkan dilaporkan memiliki nilai transfer yang menyentuh angka £150 juta.

Kondisi ini tak lepas dari perubahan taktik di tubuh Chelsea yang membuat Palmer merasa kurang mendapatkan ruang bermain. Situasi tersebut berdampak langsung pada performanya di lapangan yang tak segarang musim lalu.

Pada musim sebelumnya, eks pemain Manchester City itu tampil impresif dengan mencetak 18 gol dan 14 assist. Namun, musim ini ia kesulitan menemukan ritme terbaik, terlebih setelah dibekap cedera pangkal paha dan jari kaki.

Keresahan Cole Palmer

Selain faktor taktik, Palmer juga merindukan duetnya bersama striker Nicolas Jackson. Penyerang asal Senegal itu kini tengah menjalani masa peminjaman di Bayern Munich, setelah Chelsea mendatangkan João Pedro dan Liam Delap pada awal musim.

Kehilangan Jackson dinilai cukup memengaruhi permainan Palmer. Kecepatan dan pergerakan sang striker sebelumnya dianggap mampu membuka ruang sekaligus memaksimalkan kreativitas Palmer sebagai playmaker.

Di sisi lain, performa tim juga belum stabil. Chelsea yang kini ditangani Liam Rosenior masih tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Inggris. Posisi tersebut membuat peluang lolos ke Liga Champions UEFA musim depan berada dalam ancaman serius.

Kegagalan menembus kompetisi elite Eropa itu diyakini bisa semakin memperbesar peluang Palmer angkat kaki dari Stamford Bridge. Apalagi, The Blues baru saja menelan hasil buruk, termasuk tersingkir dari Liga Champions usai kalah agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain serta kekalahan telak 0-3 dari Everton.

Dalam laga terakhir tersebut, Palmer bahkan terlihat menunjukkan gestur frustrasi kepada rekan setimnya, Pedro Neto, yang dianggap menghalangi peluangnya untuk mencetak gol.

Sikap Chelsea

Meski demikian, sumber internal klub menegaskan bahwa Palmer tetap profesional dan tidak “menyerah” di lapangan. Chelsea sendiri masih menganggapnya sebagai pemain yang tak tersentuh dan mengikatnya dengan kontrak jangka panjang hingga 2033.

Di tengah situasi ini, muncul kabar bahwa Palmer mulai rindu kampung halamannya di Manchester. Ia disebut tidak menutup kemungkinan bergabung dengan Manchester United, klub yang memang sudah ia dukung sejak kecil.

Faktor kedekatan dengan direktur olahraga MU, Jason Wilcox, juga bisa menjadi kunci. Wilcox pernah menangani akademi Manchester City saat Palmer mulai menembus tim utama, dan bahkan sempat menyebut sang pemain berpotensi meraih Ballon d’Or di masa depan.

Namun demikian, Manchester United dikabarkan memiliki prioritas lain pada bursa transfer musim panas nanti, yakni memperkuat lini tengah dan sektor sayap kiri.

Kini, keputusan ada di tangan Palmer. Jika situasi di Chelsea tak kunjung membaik, bukan tidak mungkin bintang muda Inggris itu akan menjadi salah satu nama besar yang menghiasi bursa transfer musim panas 2026.

Masa Depan Marcus Rashford di Ujung Tanduk, Milan dan PSG Siap Menyergap Jika Barcelona Mundur

Read Entire Article
Bisnis | Football |