Dua Kartu Kuning Tanpa Kartu Merah, Kasus Aneh Manuel Ugarte

4 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Manuel Ugarte menjadi pusat perhatian setelah insiden aneh dalam laga uji coba antara Inggris dan Uruguay di Wembley, Sabtu (28/3/2026) dini hari WIB. Gelandang Manchester United itu tampak menerima dua kartu kuning, namun tidak diusir keluar lapangan.

Situasi tersebut langsung memunculkan kebingungan karena dalam aturan sepak bola, dua kartu kuning seharusnya berujung kartu merah. Namun, Ugarte justru tetap berada di lapangan sebelum akhirnya ditarik keluar sebagai pemain pengganti.

Laga yang berlangsung di hadapan sekitar 80 ribu penonton itu awalnya berjalan datar dan minim intensitas. Namun, kejadian ini justru menjadi momen paling mencuri perhatian sepanjang pertandingan.

Banyak pihak mempertanyakan keputusan wasit dan ofisial pertandingan yang dinilai tidak sesuai dengan hukum dasar sepak bola. Insiden ini pun kembali membuka diskusi soal penerapan aturan dan peran VAR ke depan.

Kronologi Dua Kartu Kuning Ugarte

Insiden pertama terjadi pada menit ke-70 saat Ugarte melakukan pelanggaran terhadap Cole Palmer. Gelandang Uruguay itu datang dengan tekel keras yang membuat wasit langsung memberikan kartu kuning.

Pelanggaran tersebut terjadi ketika Palmer mencoba menusuk dari sisi lapangan dan Ugarte terlambat mengantisipasi pergerakan lawan. Wasit tanpa ragu menunjuk tendangan bebas sekaligus mengeluarkan kartu.

Sepuluh menit berselang, tepatnya pada menit ke-81, Ugarte kembali terlibat insiden dengan wasit. Kali ini, ia mendapatkan kartu kuning kedua karena dianggap melakukan protes berlebihan atau dissent.

Mengapa Tidak Berujung Kartu Merah

Meski terlihat jelas menerima dua kartu kuning, Ugarte tidak diusir dari lapangan. Situasi ini memicu kebingungan karena secara aturan, akumulasi dua kartu kuning otomatis menghasilkan kartu merah.

Menurut laporan siaran ITV Sport, ofisial keempat Benjamin Brand menjelaskan bahwa kartu kuning kedua tersebut telah dibatalkan. Keputusan itu diambil setelah adanya diskusi antar perangkat pertandingan.

Namun, hal ini tetap menjadi perdebatan karena dalam regulasi saat ini, VAR tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan kartu kuning. Pengecualian hanya berlaku jika terjadi kesalahan identitas pemain.

Peran VAR dan Aturan yang Akan Datang

Dalam pertandingan ini, VAR sebenarnya digunakan dengan Soren Storks bertugas sebagai pengawas video. Meski begitu, teknologi tersebut tidak bisa mengintervensi keputusan kartu kuning kedua Ugarte.

Aturan yang berlaku saat ini memang membatasi peran VAR hanya pada insiden tertentu seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas. Hal ini membuat keputusan tetap berada di tangan wasit utama.

Menariknya, perubahan aturan direncanakan akan berlaku pada Piala Dunia 2026. VAR nantinya akan memiliki kewenangan lebih luas, termasuk meninjau kartu kuning kedua dalam berbagai situasi.

Sumber: Sports Illustrated

Indonesia vs Bulgaria: Duel Sengit di Final FIFA Series 2026, Erick Thohir Beri Pesan Tegas

Read Entire Article
Bisnis | Football |