Eksperimen Arne Slot Berujung Masalah saat Liverpool Ditahan Fulham

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Hasil imbang Liverpool di kandang Fulham kembali menyoroti pilihan taktik Arne Slot. Bukan hanya skor yang menjadi sorotan, melainkan susunan pemain dan peran yang dipilih sang pelatih.

Ironisnya, gol pembuka Fulham justru dicetak oleh Harry Wilson, mantan pemain Liverpool yang lama tak mendapat kesempatan di Anfield. Aksinya menjadi kontras dengan tumpulnya sisi sayap tim tamu.

Di tengah absennya beberapa penyerang, Slot kembali mengambil keputusan yang dipertanyakan. Dampaknya, Liverpool tampil tanpa urgensi dan kesulitan menciptakan ancaman konsisten.

Gol Harry Wilson dan Masalah di Sayap

Harry Wilson membuka keunggulan Fulham setelah 17 menit. Ia bergerak ke sisi berlawanan, memanfaatkan sentuhan cerdas Raul Jimenez, lolos dari jebakan offside, lalu menaklukkan Alisson.

Di sisi lain lapangan, Liverpool gagal meniru efektivitas tersebut. Dominik Szoboszlai dimainkan sebagai winger kanan, sementara Cody Gakpo memimpin lini depan menggantikan Hugo Ekitike.

Setelah gol penyama kedudukan jarak jauh dari Harrison Reed, Liverpool tetap tampil datar. Minimnya urgensi di area sayap menjadi masalah berulang yang sudah sering terlihat musim ini.

Pemain Sayap Tersisih, Keputusan Dipertanyakan

Szoboszlai dinilai bukan winger murni, dan performa terbaiknya musim ini justru datang dari lini tengah. Namun, Slot kembali memaksanya bermain melebar.

Situasi ini semakin janggal karena Federico Chiesa kembali diabaikan, meski Mohamed Salah absen. Rio Ngumoha, yang tampil paling hidup dalam hasil imbang kontra Leeds, juga tak mendapat tempat di starting XI.

Ngumoha bahkan tidak dimainkan sama sekali. Slot memilih dua gelandang untuk mengisi sektor sayap, keputusan yang membuat Liverpool kekurangan kecepatan dan penetrasi.

Dampak Pergantian dan Minimnya Ide

Situasi serupa dialami Jeremie Frimpong. Setelah tampil menjanjikan sejak bergabung dari Bayer Leverkusen, ia kembali memulai laga dari bangku cadangan di Craven Cottage.

Saat akhirnya masuk, Frimpong langsung memberi dampak lewat umpan silang untuk Gakpo, yang sempat mencetak gol kemenangan sebelum disamakan oleh gol telat Fulham.

Keputusan meninggalkan Chiesa, Ngumoha, dan Frimpong sejak awal dinilai berisiko menghadapi Fulham yang penuh kepercayaan diri. Nahas, di luar momen-momen individu dari para bek kanan, Liverpool terlalu sering kehabisan ide.

Sementara fleksibilitas Szoboszlai justru menjadi beban. Perannya kembali diubah, kali ini ke sayap kiri, dan Liverpool pun harus menanggung konsekuensinya.

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |