Erling Haaland Pastikan Manchester City Tetap Bidik Gelar Meski Ditinggal Pep Guardiola

4 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City resmi menutup perjalanan panjang bersama Pep Guardiola lewat rangkaian acara perpisahan meriah yang berlangsung di Manchester. Sang pelatih mengakhiri pengabdiannya selama satu dekade dengan parade juara dan seremoni spesial di Co-op Live.

Awalnya, acara tersebut dipersiapkan sebagai selebrasi keberhasilan Manchester City membawa pulang dua trofi domestik musim ini. Namun suasana berubah menjadi lebih emosional karena menjadi momen terakhir Guardiola bersama klub yang ia bangun menjadi raksasa Eropa.

Di tengah suasana haru itu, Erling Haaland memastikan Manchester City tidak akan kehilangan ambisi meski era Guardiola telah berakhir.

Haaland Sebut City Akan Terus Mengejar Gelar

Haaland mengakui performa Manchester City musim ini sempat mengalami pasang surut. Walau begitu, bomber timnas Norwegia tersebut menegaskan mental juara tim harus tetap dipertahankan pada musim-musim berikutnya.

“Musim ini berjalan dengan banyak tantangan, tetapi kami akan terus mendorong diri sendiri dan tetap berusaha memenangkan trofi terbesar yang tersedia,” kata Haaland.

Penyerang berusia 25 tahun itu menilai Manchester City masih mempunyai kualitas dan ambisi untuk kembali mendominasi berbagai kompetisi.

“Itulah target kami dan kami ingin kembali memenangkan semuanya. Merupakan kehormatan bisa bermain bersama Bernardo, John, dan tentu saja bersama Pep,” lanjutnya.

Haaland juga menyebut Guardiola, Bernardo Silva, dan John Stones sebagai figur penting yang meninggalkan warisan besar bagi klub.

“Perjalanan ini luar biasa, tetapi kami harus terus maju dan terus berjuang meski tanpa mereka. Sekarang waktunya memberikan penghormatan karena mereka adalah legenda klub,” ujar Haaland.

Manchester City Gelar Perpisahan Meriah

Manchester City lebih dulu mengadakan parade bus terbuka di pusat kota sebelum seluruh skuad bergerak menuju Co-op Live Arena. Ribuan suporter turun ke jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Guardiola.

Sejumlah nama besar yang pernah menjadi bagian penting klub juga hadir dalam acara tersebut. Mereka di antaranya Vincent Kompany, Ederson, Fernandinho, Jack Grealish, hingga Noel Gallagher dari Oasis.

Sesampainya di arena, seluruh koleksi 20 trofi yang dipersembahkan Guardiola selama menangani Manchester City dibawa ke atas panggung oleh pemain, staf, dan tokoh klub.

Momen tersebut menjadi gambaran dominasi Manchester City sepanjang era Guardiola sejak kedatangannya pada 2016.

Pesan Perpisahan Guardiola untuk Suporter

Dalam acara itu, Guardiola juga menyampaikan pidato perpisahan di depan ribuan pendukung Manchester City yang memadati arena.

“Terima kasih banyak karena sudah hadir malam ini untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya merasakan ikatan dengan klub ini sejak hari pertama,” ucap Guardiola.

Pelatih berusia 55 tahun tersebut mengaku akan selalu menyimpan kenangan bersama Manchester City sepanjang hidupnya.

“Terima kasih atas semuanya. Saya tidak punya cukup kata untuk menggambarkan rasa terima kasih saya. Semua kenangan ini akan saya bawa selamanya,” tutur Guardiola.

Selama menangani Manchester City dalam 10 tahun terakhir, Guardiola sukses mempersembahkan 20 gelar dan membawa klub menjelma sebagai salah satu kekuatan paling dominan di sepak bola Eropa.

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

AC Milan, Rafael Leao, serta Musim yang Menguras Fisik dan Mental

Read Entire Article
Bisnis | Football |