Fans Timnas Inggris Diminta Setop Nyanyikan Lagu 'It's Coming Home' di Piala Dunia 2026

10 hours ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Sudah hampir 60 tahun Timnas Inggris hidup dalam bayang-bayang kejayaan Piala Dunia 1966. Sejak mengangkat trofi di Wembley lewat generasi Sir Alf Ramsey, Three Lions terus gagal mengulang prestasi yang sama.

Berbagai generasi emas datang silih berganti untuk mengakhiri penantian panjang tersebut. Namun nama-nama besar seperti David Beckham, Steven Gerrard, Frank Lampard, hingga Wayne Rooney tetap tak mampu membawa Inggris kembali ke puncak dunia.

Harapan sempat membuncah ketika Gareth Southgate membawa Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan dua final Euro secara beruntun. Sayangnya, langkah mereka selalu terhenti sebelum garis akhir dan membuat rasa frustrasi publik semakin besar.

Kini tongkat estafet berada di tangan Thomas Tuchel yang dipercaya memimpin Inggris menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Namun di tengah optimisme itu, legenda Manchester United Patrice Evra justru mengingatkan fans Inggris soal satu hal yang dianggapnya sebagai “kutukan”.

Evra Nilai Inggris Tetap Kandidat Kuat Juara Dunia

Patrice Evra menilai Inggris tetap menjadi salah satu tim dengan peluang terbesar untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Menurut mantan bek Timnas Prancis itu, kualitas skuad Three Lions tidak pernah menjadi masalah utama.

Inggris saat ini memiliki deretan pemain bintang yang tersebar di klub-klub elite Eropa. Kehadiran Thomas Tuchel juga diyakini bisa memberi identitas permainan yang lebih jelas untuk skuad The Three Lions.

Evra melihat Tuchel sebagai sosok yang berpotensi membawa Inggris tampil lebih solid sebagai sebuah tim. Pengalaman pelatih asal Jerman itu di level tertinggi dianggap bisa menjadi pembeda dalam perburuan trofi internasional.

“Inggris selalu menjadi favorit, lalu ketika mereka mencapai semifinal atau final, di situlah mereka jatuh. Maksud saya, mereka memiliki rekor bagus di Euro, Inggris memiliki pemain-pemain yang mumpuni. Jadi sekarang mari kita lihat Thomas Tuchel. Akhirnya, mereka akan terlihat seperti sebuah tim," tuturnya pada Goal.

Lagu It’s Coming Home Disebut Jadi Kutukan Inggris

Di balik dukungannya terhadap Inggris, Evra ternyata memiliki satu permintaan khusus kepada para pendukung Three Lions. Ia meminta fans berhenti menyanyikan lagu legendaris “It’s Coming Home” yang selalu menggema setiap turnamen besar.

Lagu tersebut memang sudah identik dengan Timnas Inggris sejak Euro 1996. Namun menurut Evra, nyanyian itu justru membawa tekanan berlebihan dan menjadi pertanda buruk bagi perjalanan Inggris di turnamen besar. Evra bahkan secara terang-terangan menyebut lagu itu sebagai sebuah kutukan. Ia percaya Inggris punya peluang lebih besar untuk juara jika para fans menghentikan chant terkenal tersebut. “Satu hal yang selalu saya minta kepada para penggemar Inggris adalah, jangan menyanyikan ‘It's Coming Home’. Itu adalah kutukan ketika mereka mulai menyanyikannya! Saat itulah saya tahu Inggris tidak akan memenangkan trofi. Jika mereka tidak menyanyikan ‘It’s Coming Home’, saya pikir mereka akan memenangkan Piala Dunia. Ini adalah kutukan, seperti Arsenal selama 22 tahun.”

Read Entire Article
Bisnis | Football |