Federico Valverde Harus Kembali ke Peran Terbaiknya di Real Madrid

2 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Federico Valverde memasuki era baru di Real Madrid dengan tanggung jawab lebih besar setelah dipercaya menjadi kapten pertama tim. Di bawah arahan Jose Mourinho, gelandang Uruguay itu punya kesempatan untuk mengembalikan performa terbaiknya setelah musim 2025/26 yang berjalan tidak konsisten.

Musim lalu memperlihatkan Valverde dalam dua wajah berbeda, termasuk ketika tampil luar biasa melawan Manchester City di Liga Champions, tetapi juga mengalami periode sulit di lini tengah. Catatan resmi Real Madrid menunjukkan ia mencatat 49 penampilan, sembilan gol, dan sembilan assist di semua kompetisi sepanjang 2025/26.

Mourinho kini memiliki tugas penting untuk membantu Valverde memahami kembali karakter permainannya. Sang gelandang tidak harus menjadi pengatur tempo seperti Toni Kroos atau Andrea Pirlo, melainkan memaksimalkan energi, agresivitas, pergerakan vertikal, dan kemampuannya bermain di sisi kanan.

Bukan Regista, tetapi Gelandang Box-to-Box

Valverde memiliki teknik yang sangat baik, terutama ketika melepaskan tembakan dari jarak jauh, tetapi karakter utamanya bukan sebagai pengendali permainan yang terus mengatur sirkulasi bola. Ia lebih efektif ketika bergerak aktif dari satu area ke area lain dan memberikan tekanan melalui intensitas permainan.

Peran tersebut membuat Valverde bisa menjadi gelandang nomor delapan yang beroperasi di sisi kanan dengan karakter hibrida. Mourinho perlu mengembalikan kebebasan itu agar Valverde tidak terlalu sibuk memaksakan diri memainkan peran yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kelebihannya.

Peran di Sisi Kanan Bisa Jadi Kunci

Valverde punya pengalaman bermain di sejumlah posisi, termasuk sebagai gelandang kanan, winger kanan, hingga bek kanan dalam situasi tertentu. Fleksibilitas tersebut justru memperlihatkan betapa pentingnya kemampuan berlari, menutup ruang, membantu pertahanan, dan masuk ke area serangan yang dimilikinya.

Ketika berada di sisi kanan, Valverde dapat memberikan dukungan kepada bek kanan sekaligus membantu lini depan melalui pergerakan tanpa bola. Pola tersebut juga membuka ruang bagi gelandang lain untuk mengatur permainan tanpa harus kehilangan tenaga Valverde di area yang lebih agresif.

Mourinho Perlu Menghidupkan Lagi Valverde

Mourinho memiliki alasan kuat untuk mengembalikan Valverde ke karakter aslinya karena sang pemain kini memasuki musim kesembilan bersama Real Madrid dan berstatus kapten pertama. Valverde sendiri menyambut era baru tersebut dengan antusias dan mengatakan bahwa dirinya ingin belajar dari Mourinho.

Tantangan terbesar Mourinho bukan sekadar menentukan posisi Valverde, melainkan membuat sang pemain memahami kualitas yang membuatnya istimewa. Jika Valverde kembali menjadi gelandang energik yang agresif, mampu bergerak melebar, melakukan pressing, dan membantu serangan, Real Madrid berpotensi mendapatkan kembali salah satu pemain terpentingnya.

Oleh karena itu, Valverde tidak perlu mengejar bayangan Kroos untuk menjadi gelandang kelas dunia. Ia justru harus kembali menjadi dirinya sendiri, yakni pemain serbabisa yang mampu berlari tanpa henti, menghancurkan struktur lawan, dan menghadirkan ancaman dari lini kedua.

Sumber: The Real Champs

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Putri Nusantara Takluk dari Singapura di Srikandi Merdeka Cup 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |