FIFA Pantau Situasi Iran, Bakal Berdampak ke Piala Dunia 2026?

2 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Iran dengan sangat hati-hati, menyusul serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Eskalasi konflik geopolitik ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum gelaran Piala Dunia 2026 dimulai pada Juni.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk memberikan komentar rinci mengenai dampak konflik tersebut. Namun, ia menekankan fokus utama FIFA adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua tim yang telah lolos kualifikasi.

Kekhawatiran utama muncul terkait partisipasi tim nasional Iran, yang telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan memainkan pertandingan fase grup di Amerika Serikat. Konflik yang memanas ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai logistik, keamanan, dan potensi masalah visa bagi delegasi Iran, yang berpotensi mengganggu kelancaran turnamen akbar tersebut.

Eskalasi Konflik Geopolitik Memanas di Timur Tengah

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke Iran. Serangan ini dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan alasan utama untuk menuntut perubahan kepemimpinan di Teheran dan menargetkan stabilitas pemerintahan Ayatollah Khamenei serta program nuklir Iran.

Iran tidak tinggal diam dan membalas serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, serta melancarkan serangan balasan ke Israel.

Situasi ini semakin memanas di tengah hubungan kedua negara yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah Iran masuk daftar 39 negara yang terdampak perluasan kebijakan larangan perjalanan oleh Presiden AS, Donald Trump. Konflik ini menciptakan ketegangan geopolitik yang signifikan di kancah internasional, dengan implikasi yang meluas ke berbagai sektor, termasuk olahraga.

Kekhawatiran Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026

Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menyatakan bahwa partisipasi tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 "kemungkinan besar tidak akan terjadi" mengingat situasi konflik yang sedang berlangsung. Pernyataan Taj muncul setelah serangan AS dan Israel, yang menurutnya membuat persiapan menuju Piala Dunia menjadi sangat sulit.

Iran telah lolos ke Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan memainkan tiga pertandingan fase grup di Amerika Serikat: melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta melawan Mesir di Seattle. Kekhawatiran juga muncul terkait masalah logistik perjalanan dan keberadaan tim Iran, serta potensi masalah visa bagi warga negara Iran yang masih berada di bawah larangan perjalanan AS. Konflik ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan Iran menghadapi Amerika Serikat di babak gugur, yang akan menambah ketegangan geopolitik dalam turnamen. Liga sepak bola domestik Iran bahkan telah ditunda sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan akibat situasi ini, menunjukkan dampak langsung dari krisis tersebut.

Read Entire Article
Bisnis | Football |