Harga Emas Antam Melonjak Rp 80.000 Hari Ini 20 Agustus 2026

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Harga emas Antam hari ini naik Rp 80.000 per gram setelah mengalami tekanan pada perdagangan Rabu kemarin.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.725.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas berada di posisi Rp 2.645.000 per gram.

Penguatan juga terjadi pada harga buyback (beli kembali) dengan nominal yang sama. Harga buyback emas Antam hari ini naik Rp 80.000 menjadi Rp 2.585.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang didapatkan pemilik emas jika menjual kembali logam mulianya ke Antam. Sementara itu, harga yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.

Perlu diingat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) lalu di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback sebesar Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp 1.412.500
  • 1 gram: Rp 2.725.000
  • 2 gram: Rp 5.390.000
  • 3 gram: Rp 8.060.000
  • 5 gram: Rp 13.400.000
  • 10 gram: Rp 26.745.000
  • 25 gram: Rp 66.737.000
  • 50 gram: Rp 133.395.000
  • 100 gram: Rp 266.712.000
  • 250 gram: Rp 666.515.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.332.820.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.665.600.000 (pre-order)

Seluruh informasi harga mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.

Harga Emas Dunia Naik 3 Persen Usai Kebijakan Departemen Keuangan AS

Harga emas melonjak lebih dari 3 persen ke level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan pada perdagangan Rabu. Kenaikan terjadi setelah pengumuman mengejutkan dari Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) terkait dukungan likuiditas menekan imbal hasil obligasi dan dolar AS.

Penguatan harga emas terjadi menjelang publikasi risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada Juli.

Mengutip CNBC, Kamis (20/8/2026), harga emas di pasar spot naik 3,4 persen menjadi US$ 4.479,84 per ounce. Harga emas sempat menyentuh US$ 4.491,16 per ounce pada awal perdagangan, menjadi level tertinggi sejak 4 Juni.

Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 2,8 persen dan ditutup pada US$ 4.545,30 per ounce.

Dari sisi teknikal, harga emas spot berhasil menembus rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di kisaran US$ 4.381 per ounce.

“Ini benar-benar tidak terduga. Sangat bullish untuk emas karena imbal hasil Treasury jangka panjang yang lebih rendah dan karena hal ini dapat membantu menekan dolar lebih rendah,” kata Robert Gottlieb, pakar industri sekaligus mantan kepala divisi logam mulia di Koch Supply and Trading.

Indeks dolar AS turun 0,8 persen. Pelemahan tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Dorongan Baru

Imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun juga turun tajam pada Rabu. Penurunan terjadi setelah imbal hasil tersebut sebelumnya berada di sekitar level tertinggi dalam 19 tahun.

Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan nilai operasi pembelian kembali obligasi untuk memberikan dukungan likuiditas pada surat utang dengan tenor lebih panjang.

Langkah tersebut turut memberikan sentimen positif terhadap pasar logam mulia.

TD Securities dalam catatannya menyebut pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai peningkatan nilai operasi pembelian kembali obligasi untuk dukungan likuiditas telah memberikan “jolt of life” atau dorongan baru bagi pasar logam.

“Meski tekanan beli yang kuat telah mereda dalam beberapa hari terakhir, arus investasi emas dapat dengan cepat kembali di tengah dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan, The Fed yang bersedia melihat melewati dampak guncangan energi, serta narasi stagflasi yang semakin berkembang. Semua faktor tersebut pada akhirnya seharusnya mendorong penurunan suku bunga riil,” tulis TD Securities dalam catatannya.

Suku Bunga The Fed

Dalam beberapa hari terakhir, minat beli terhadap emas memang mereda. Namun, arus investasi emas berpotensi kembali dengan cepat di tengah dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan AS, sikap The Fed yang bersedia mengabaikan dampak guncangan energi, serta meningkatnya narasi stagflasi.

Kondisi tersebut pada akhirnya diperkirakan dapat mendorong penurunan suku bunga riil dan menjadi katalis positif bagi emas.

Sementara itu, berdasarkan CME Group FedWatch Tool, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September berada di level 65 persen.

Ekspektasi tersebut menguat setelah sejumlah data ekonomi AS terbaru menunjukkan pelemahan sehingga mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |