Harga Emas Antam Turun Hari Ini Usai Cetak Rekor Termahal

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Antam turun dari rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (2/4/2025). Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa 1 April 2025.

Dikutip dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp 7.000 menjadi Rp 1.819.000 per gram. Kemarin, harga emas Antam di level Rp 1.826 per gram dan mencetak rekor termahal.

Hal yang sama juga terjadi dengan harga emas Antam buyback. Harga emas Antam buyback juga turun Rp 7.000 menjadi Rp 1.671.000 per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 1.671.000 per gram.

Untuk diketahui, harga emas Antam termahal dicetak pada 1 April 2025 di posisi Rp 1.826.000 per gram sedangkan untuk harga buyback emas Antam termahal dicetak pada hari yang sama di angka Rp 1.678.000 per per gram.

Perubahan harga emas Antam dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pemahaman mengenai faktor-faktor ini sangat penting bagi mereka yang berencana untuk berinvestasi dalam emas Antam.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Anda dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Hingga pukul 08.10 WIB, kepingan emas Antam belum ada yang tersedia untuk lokasi di butik Logam Mulia Gedung Antam Jakarta.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut rincian harga emas Antam hari ini di butik emas Gedung Antam, melansir laman logammulia.com:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 959.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 1.819.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 3.582.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 5.353.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 8.899.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 17.720.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 44.137.500
  • Harga emas 50 gram: Rp 88.155.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 176.190.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 440.087.500
  • Harga emas 500 gram: Rp 879.875.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 1.759.600.000.

Promosi 1

Simak Gerak Harga Emas Hari Ini Usai Cetak Rekor Termahal sepanjang Sejarah

Harga emas dunia turun pada perdagangan hari Selasa karena aksi ambil untung. Namun meskipun turun, harga emas masih tetap mendekati rekor tertinggi. Seperti diketahui, harga emas dunia menyentuh rekor termahal sepanjang masa karena investor beralih ke aset safe haven menjelang pengumuman tarif besar-besaran oleh Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang memiliki ketidakseimbangan perdagangan dengan AS.

Mengutip CNBC, Rabu (2/4/2025) harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD 3.113,43 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di USD 3.148,88 per ons pada awal perdagangan hari Selasa waktu setempat.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih rendah pada USD 3.146 per ons.

"Tidak mengherankan melihat sedikit aksi ambil untung, terutama mengingat pasar telah menjadi agak overbought. Saya tidak benar-benar melihat banyak perubahan dalam fundamental. Ini adalah badai yang sempurna untuk emas," kata Wakil Presiden dan analis logam senior Zaner Metals Peter Grant.

Pelaku pasar dan konsumen emas tengah menunggu rincian tarif yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump, yang akan diumumkan pada hari Rabu waktu setempat. Washington Post melaporkan pada hari Selasa bahwa para pejabat Gedung Putih telah menyusun rencana untuk tarif sekitar 20% pada sebagian besar impor AS.

Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, menutup kuartal terkuatnya sejak 1986 pada hari Senin, dan naik lebih dari USD 3.100 per ons, menandai salah satu kenaikan paling signifikan dalam sejarah logam mulia tersebut.

Resesi AS

Goldman Sachs menaikkan kemungkinan resesi AS menjadi 35% dari 20% pada hari Senin, dan mengatakan pihaknya memperkirakan lebih banyak pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve. Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah.

"Kami terus melihat harga emas bergerak naik sebagian karena meningkatnya kepemilikan emas oleh ETF yang didukung secara fisik dan pembelian bank sentral yang kuat," kata manajer portofolio senior Sprott Asset Management Ryan McIntyre.

Secara teknis, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) emas berada di atas 70, yang menunjukkan logam tersebut terlalu banyak dibeli.

Read Entire Article
Bisnis | Football |