Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa 1 April 2025. Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada angka Rp 1.826.000 per gram.
Namun kemudian, harga emas Antam turun dari rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (2/4/2025).
Artikel mengenai harga emas Antam ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis (3/4/2025):
1. Harga Emas Antam Turun Hari Ini Usai Cetak Rekor Termahal
Harga emas Antam turun dari rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (2/4/2025). Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa 1 April 2025.
Dikutip dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp 7.000 menjadi Rp 1.819.000 per gram. Kemarin, harga emas Antam di level Rp 1.826 per gram dan mencetak rekor termahal.
2. Menteri Abdul Kadir Larang Warga Indonesia Kerja di 3 Negara Ini
Bareskrim Polri menetapkan satu tersangka terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO terkait 699 Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah dipulangkan dari Myanmar melalui Thailand. Proses pemulangan para korban berlangsung bertahap sejak Februari hingga Maret 2025.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding kemudian meminta kepara masyarakat untuk tak tergiur dengan tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi di Myanmar, Kamboja dan Thailand. Alasannya, tawaran pekerjaan di tiga negara tersebut cenderung mengarah pada kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Kembali saya nyatakan, bukan sekadar mengimbau, melarang semua warga negara Indonesia untuk bekerja di tiga negara tersebut karena rawan tindak pidana perdagangan orang," kata Karding.
3. Tarif Listrik April 2025 Tak Naik, Cek Rinciannya!
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik non-subsidi pada April 2025. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing usaha di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Tarif yang berlaku tetap sama seperti periode triwulan I tahun 2025, berlaku hingga Juni 2025. Rincian tarif tersebut didapatkan dari beberapa sumber, sehingga mungkin terdapat sedikit perbedaan angka di beberapa sumber.
"Untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing usaha, diputuskan tarif tenaga listrik triwulan II tahun 2025 tetap, yaitu sama dengan tarif tenaga listrik periode triwulan I tahun 2025, sepanjang tidak ditetapkan lain oleh Pemerintah," tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.