Kebijakan Tarif Donald Trump: Tantangan Baru bagi Perdagangan Global dan G20

22 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus berupaya memastikan partisipasi Indonesia dalam G20 memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui kebijakan ekonomi yang inklusif.

Untuk itu, dalam forum diskusi mengenai evaluasi G20, Indonesia turut mendorong G20 menjadi forum ekonomi premier dunia yang mengedepankan prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan keterwakilan yang adil.

“G20 perlu untuk tetap relevan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. G20 perlu membangun keseimbangan kepentingan di antara keanggotaan G20 yang sangat beragam, dengan memberikan perhatian khusus pada isu praktik perdagangan yang tidak adil dan ketidakseimbangan ekonomi global yang semakin mencolok,” kata Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi selaku Sherpa G20 Indonesia dan memimpin Delegasi Indonesia dalam pertemuan Emerging Market Economies (EMEs) yang digelar secara virtual, Kamis (3/4/2025).

Pertemuan yang digelar untuk memperkuat soliditas dan peran negara berkembang dalam Forum G20 tersebut mengawali rangkaian pertemuan Sherpa ke-2 yang akan dilaksanakan pada 3 dan 4 April 2025.

Edi mengatakan, pertemuan EMEs juga bertujuan untuk menyeleraskan pandangan strategis terkait sejumlah isu di Forum G20, di antaranya evaluasi Forum G20 setelah 20 tahun berdiri, dinamika geopolitik, serta sejumlah prioritas bersama dari substansi working groups.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sherpa G20 Afrika Selatan Zane Dangor dan dihadiri oleh Sherpa Indonesia, Afrika Selatan, Argentina, Arab Saudi, Brasil, India, Meksiko, Rusia, Tiongkok, Turki, Uni Emirat Arab, serta Uni Afrika.

Promosi 1

Menjaga Fokus G20: Ekonomi Global di Tengah Isu Geopolitik

Pada pertemuan tersebut para peserta menekankan pentingnya memperkuat partisipasi negara-negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan, termasuk evaluasi terhadap efektivitas struktur kerja G20 dan usulan reformasi tata kelola yang lebih responsif terhadap dinamika global saat ini.

Negara-negara EMEs menekankan pentingnya menciptakan arsitektur perdagangan dan investasi global yang lebih adil, inklusif, dan kondusif bagi pembangunan.

Para Sherpa juga menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya hambatan perdagangan dan proteksionisme yang menghambat pemulihan ekonomi global.

Dalam konteks ini, para Sherpa mendukung upaya memperkuat sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan (rules-based system), serta mendorong investasi berkualitas tinggi yang berkontribusi pada transformasi ekonomi di negara-negara berkembang.

Negara-Negara EMEs sepakat bahwa isu-isu geopolitik dan keamanan seharusnya tidak menghambat jalannya pembahasan substansi dan teknis di level working group.

Sherpa mendorong agar diskusi isu geopolitik dibahas secara terpisah hanya pada tingkat Sherpa, Menteri Luar Negeri, dan Kepala Negara/Pemerintah, guna menjaga fokus kerja G20 pada isu-isu ekonomi global, pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, serta perdangangan dan investasi.

Dalam merumuskan agenda prioritas working group, EMEs sepakat mendorong kebutuhan nyata Global South serta memperkuat kolaborasi lintas wilayah. Dalam semangat solidaritas Global South, negara-negara berkembang berkomitmen untuk memastikan bahwa G20 benar-benar menjadi forum yang menghasilkan kebijakan nyata bagi kepentingan seluruh negara.

Pertemuan ini jadi Tonggak Penting Satukan Negara Berkembang

Edi mengatakan, pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan suara negara berkembang di tengah kompleksitas tantangan global saat ini. Dia menuturkan, dalam semangat solidaritas dan kolaborasi, EMEs berkomitmen untuk terus mendorong sistem multilateral yang inklusif, adil, dan berorientasi pada hasil nyata bagi seluruh negara.

"G20 perlu menunjukkan kepemimpinan global dengan menggerakkan transformasi struktural serta perdagangan dan investasi lintas batas. Ketika dua puluh ekonomi besar dunia maju bersama, kita akan dapat menunjukkan bahwa persatuan dan keberagaman adalah kekuatan dari forum G20,” ujar Deputi Edi.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Edi didampingi oleh Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kemenko Perekonomian Ferry Ardiyanto, dan Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri Tri  Purnajaya selaku Co-Sous Sherpa G20 Indonesia. 

Read Entire Article
Bisnis | Football |