Top 3: Dampak Penerapan Tarif Dagang 32 Persen terhadap Ekonomi Indonesia

21 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira menilai kebijakan kenaikan tarif resiprokal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi Indonesia.

"Dampak kenaikan tarif resiprokal yang diumumkan Trump akan berdampak signifikan ke ekonomi Indonesia," kata Bhima kepada Liputan6.com, Kamis, 3 April 2025.

Meskipun ekspor Indonesia ke Amerika Serikat hanya berkontribusi sekitar 10,5% dari total ekspor non-migas, dampak lanjutan (spillover effect) terhadap ekspor negara lain cukup besar, yang dapat memicu resesi ekonomi di Indonesia pada kuartal IV-2025.

"Bukan sekedar ekspor Indonesia ke AS cuma 10,5% dari total ekspor non-migas, tapi spillover effect nya ke ekspor negara lain juga besar. Bisa picu resesi ekonomi Indonesia di kuartal IV 2025," ujar dia.

Bhima mengatakan, salah satu sektor yang paling terancam akibat tarif resiprokal sebesar 32% adalah industri otomotif dan elektronik. Pada 2023, total ekspor produk otomotif Indonesia ke AS mencapai USD 280,4 juta atau setara Rp4,64 triliun (kurs Rp16.600/USD).

Selama periode 2019-2023, rata-rata pertumbuhan ekspor otomotif ke AS mencapai 11% per tahun. Namun, dengan lonjakan tarif yang signifikan, pertumbuhan ini bisa berubah menjadi negatif.

Artikel Donald Trump Kenakan Tarif 32 Persen terhadap Indonesia, Apa Dampak ke Ekonomi RI? menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Kamis pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat (4/4/2025):

Promosi 1

1.Donald Trump Kenakan Tarif 32 Persen terhadap Indonesia, Apa Dampak ke Ekonomi RI?

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira menilai kebijakan kenaikan tarif resiprokal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi Indonesia.

"Dampak kenaikan tarif resiprokal yang diumumkan Trump akan berdampak signifikan ke ekonomi Indonesia," kata Bhima kepada Liputan6.com, Kamis, 3 April 2025.

Meskipun ekspor Indonesia ke Amerika Serikat hanya berkontribusi sekitar 10,5% dari total ekspor non-migas, dampak lanjutan (spillover effect) terhadap ekspor negara lain cukup besar, yang dapat memicu resesi ekonomi di Indonesia pada kuartal IV-2025.

"Bukan sekedar ekspor Indonesia ke AS cuma 10,5% dari total ekspor non-migas, tapi spillover effect nya ke ekspor negara lain juga besar. Bisa picu resesi ekonomi Indonesia di kuartal IV 2025," ujar dia.

Bhima mengatakan, salah satu sektor yang paling terancam akibat tarif resiprokal sebesar 32% adalah industri otomotif dan elektronik. Pada 2023, total ekspor produk otomotif Indonesia ke AS mencapai USD 280,4 juta atau setara Rp4,64 triliun (kurs Rp16.600/USD).

Selama periode 2019-2023, rata-rata pertumbuhan ekspor otomotif ke AS mencapai 11% per tahun. Namun, dengan lonjakan tarif yang signifikan, pertumbuhan ini bisa berubah menjadi negatif.

Berita selengkapnya baca di sini

2. 4 Pecahan Rupiah Ini Tak Lagi Berlaku, Segera Tukarkan

Bank Indonesia (BI) resmi mencabut dan menarik beberapa pecahan uang Rupiah tertentu dari peredaran. Bagi masyarakat yang masih memiliki pecahan tersebut, BI memberikan kesempatan untuk menukarkannya sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Mengutip laman resmi BI, Kamis (3/4/2025), terdapat empat pecahan uang yang telah dicabut oleh BI. Pencabutan ini sebenarnya telah diumumkan sejak 1992, tetapi masyarakat masih diberikan waktu cukup panjang hingga 30 April 2025 untuk melakukan penukaran di Kantor Pusat Bank Indonesia (KPBI).

Daftar Uang Rupiah yang Ditarik dan Batas Waktu Penukarannya:

1. Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 1979

• Ditarik sejak: 1 Mei 1992

• Batas penukaran: 30 April 2025 di KPBI

2. Pecahan Rp5.000 Tahun Emisi 1980

• Ditarik sejak: 1 Mei 1992

• Batas penukaran: 30 April 2025 di KPBI

3. Pecahan Rp1.000 Tahun Emisi 1980

• Ditarik sejak: 1 Mei 1992

• Batas penukaran: 30 April 2025 di KPBI

4. Pecahan Rp500 Tahun Emisi 1982

• Ditarik sejak: 1 Mei 1992

• Batas penukaran: 30 April 2025 di KPBI

Berita selengkapnya baca di sini

3. Warga Jakarta Selatan dan Depok Keluhkan Mati Listrik

Warga di Jakarta Selatan dan Depok mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi akibat meledaknya trafo PLN di daerah Gandul, Cinere. Kejadian ini ramai diperbincangkan di media sosial X.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, seorang pengguna media sosial X dengan nama akun @chukylrubitch melaporkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari.

Hingga saat ini, warga yang terdampak masih menunggu kepastian dari pihak PLN mengenai penyebab dan estimasi pemulihan listrik di wilayah mereka.

"TRAVO @pln_123 di cinere gandul meledak mantemen2 mati lampu total kesian ne yg deadline kerjaan internet mati semua," tulis @chukylrubitch, dikutip Liputan6.com, Kamis (3/4/2025).

Adapun hingga berita ini ditulis, Liputan6.com telah menghubungi pihak PLN untuk meminta keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, hingga saat ini PLN belum memberikan tanggapan.

Berita selengkapnya baca di sini

Read Entire Article
Bisnis | Football |