Harga Perak Antam Hari Ini 20 April 2026 Turun Rp 900

7 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Senin,  (20/4/2026). Koreksi harga perak Antam ini mengikuti harga emas Antam dan harga perak dunia.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp 900 menjadi Rp 50.500. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp 51.400.

Antam menawarkan perak batangan 250 gran, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Adapun harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 13.150.000 dan 500 gram dibanderol Rp 25.375.000.

Berdasarkan tradingeconomics.com, harga perak turun hampir 2% menjadi USD 79 per ounce pada Senin pekan ini. Kenaikan harga perak Antam terpangkas dari pekan lalu karena konflik yang kembali terhadi di Selat Hormuz mendorong harga minyak melonjak. Hal itu meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Dalam eskalasi terbaru, Presiden AS Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti saat meninggalkan Hormuz. Iran juga menargetkan kapal dan menegaskan kembali kendali atas Selat tersebut, dengan alasan bahwa blokade AS terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran melanggar perjanjian gencatan senjata.

Sementara itu, Trump mengindikasikan masih ada peluang untuk kesepakatan menjelang putaran pembicaraan berikutnya di Pakistan, meskipun Iran melihat sedikit prospek untuk kesepakatan. Konflik yang berkepanjangan telah memicu guncangan pasokan energi yang bersejarah, meningkatkan risiko inflasi dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral lebih lanjut, yang membebani logam mulia. Logam putih tersebut tetap turun sekitar 15% sejak perang dimulai.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Perak: Dolar AS hingga Industri

Sebelumnya, berbagai faktor fundamental berperan dalam menentukan pergerakan harga perak, baik di pasar global maupun domestik. Salah satu penentu utama adalah dinamika permintaan dan penawaran. Ketersediaan perak yang lebih sedikit dibandingkan emas seringkali menjadi pemicu kenaikan harga ketika permintaan meningkat.

Nilai tukar Dolar AS (XAG/USD) juga memiliki pengaruh signifikan terhadap harga perak. Melemahnya mata uang Dolar Amerika Serikat cenderung mendorong penguatan harga komoditas berbasis dolar seperti perak, karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global. Ini membuat perak lebih menarik sebagai investasi.

Kondisi ekonomi makro dan minat terhadap aset safe haven turut menjadi penentu penting. Di tengah ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, investor cenderung beralih ke aset yang dianggap aman seperti perak. Contohnya, harapan kesepakatan Iran yang meningkat dan melemahnya dolar AS menyebabkan perak dan saham penambang naik, meredakan kekhawatiran inflasi.

Penggunaan perak di sektor industri juga merupakan faktor pendorong permintaan yang kuat. Perak banyak dipakai di sektor elektronika, kimia, dan energi terbarukan, seperti panel surya dan baterai. Peningkatan aktivitas di industri-industri ini secara langsung meningkatkan permintaan perak, yang pada gilirannya berdampak pada kenaikan harga. Selain itu, inflasi juga mendorong investor mencari aset yang nilainya lebih tahan terhadap inflasi, seperti perak.

Tren Jangka Panjang dan Rekor Harga Perak

 Perak tidak hanya menunjukkan kenaikan harga dalam jangka pendek, tetapi juga dalam tren jangka panjang yang mengesankan. Selama sebulan terakhir, harga perak telah naik 7,19%. Kinerja yang lebih luar biasa terlihat dalam setahun terakhir, di mana harga perak melonjak 146,68% dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu. Dalam enam bulan terakhir saja, perak telah naik 57,14%, menunjukkan momentum kenaikan yang kuat dan berkelanjutan.

Puncak dari tren kenaikan ini adalah pencapaian harga tertinggi sepanjang masa. Harga tertinggi sepanjang masa perak secara nominal tercatat US$ 121,64 pada Januari 2026. Angka ini melampaui rekor-rekor sebelumnya yang terjadi pada tahun 1980 (US$ 49,45) dan 2011 (US$ 48,70). Beberapa sumber lain juga mencatat rekor tertinggi di US$ 61,85 pada Desember 2025 dan US$ 78,53 pada Desember 2025.

Pencapaian rekor ini menggarisbawahi posisi perak sebagai aset investasi yang menarik, terutama di tengah kondisi pasar yang dinamis. Pergerakan harga perak yang signifikan ini juga dipengaruhi oleh perubahan teknologi dan daur ulang perak, yang terus berinovasi dan mempengaruhi pasokan serta permintaan global.

Minat investor terhadap aset safe haven, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi, seringkali mendorong kenaikan harga perak. Nilai tukar dolar AS dan rasio Emas-Perak juga menjadi indikator penting yang diamati oleh para analis untuk memprediksi pergerakan harga perak di masa depan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |