Iran Buka Kemungkinan 2 Negara Ini Bantu Negosiasi Damai dengan AS

9 hours ago 16

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengisyaratkan dua negara ini mungkin bisa menjadi mediator negosiasi damai dengan Amerika Serikat demi menghentikan perang di Timur Tengah yang telah berlangsung hampir sebulan lamanya.

Kedua negara yang disebut Iran tersebut yakni Pakistan dan Turki. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakistan telah menyampaikan proposal AS kepada Teheran, sementara Turki ikut menyampaikan pesan antara kedua pihak.

Langkah ini menunjukkan Iran mungkin mempertimbangkan diplomasi, meski tetap menolak bernegosiasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Dilansir Reuters, sumber Iran tidak mengungkap rincian proposal yang diteruskan Pakistan, atau apakah itu sama dengan kerangka 15 poin perdamaian yang diusulkan AS dan sebelumnya dilaporkan media.

Pakistan bahkan sudah menawarkan diri menjadi tuan rumah pembicaraan yang dihadiri pejabat senior AS secepatnya minggu ini.

Seorang pejabat partai berkuasa di Turki, Harun Armagan, mengatakan Ankara juga "memainkan peran menyampaikan pesan" antara Iran dan AS.

Namun sejauh ini tidak ada pengakuan publik dari Iran bahwa mereka bersedia bernegosiasi, sementara pernyataan mereka bahwa negosiasi tidak akan terjadi justru semakin keras.

"Apakah tingkat perjuangan batinmu sudah sampai pada tahap negosiasi dengan dirimu sendiri?" ejek juru bicara tertinggi komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaqari, kepada Trump dalam pernyataan di televisi negara Iran.

"Orang seperti kami tidak akan pernah akur dengan orang seperti kalian. Seperti yang selalu kami katakan... tidak ada yang seperti kami akan membuat kesepakatan dengan kalian. Bukan sekarang. Tidak pernah," tambah dia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Beghaei, yang tampil di televisi India, menekankan pembicaraan nuklir sebenarnya sudah berlangsung saat Trump melancarkan serangan, yang disebut sebagai "pengkhianatan terhadap diplomasi" dan membuktikan pembicaraan lebih lanjut sia-sia.

"Tidak ada pembicaraan atau negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat," ujarnya.

"Tidak ada yang bisa mempercayai diplomasi AS. Posisi kami jelas terkait klaim mereka. Saat ini, militer kami fokus membela wilayah dan kedaulatan Iran dari perang brutal dan ilegal ini."

Seorang pejabat pertahanan senior Israel mengatakan Israel skeptis bahwa Iran akan menyetujui syarat-syarat itu.

Israel juga khawatir syarat itu hanya menjadi titik awal negosiasi, di mana negosiator AS mungkin membuat konsesi.

(rnp/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |