Iran Terancam Sanksi Jika Mundur dari Piala Dunia 2026: Denda Miliaran hingga Larangan Bertanding

9 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tim nasional Iran secara resmi menyatakan mundur dari gelaran Piala Dunia 2026. Keputusan mengejutkan ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, yang merespons serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pekan lalu. Donyamali menegaskan bahwa timnas Iran tidak akan berpartisipasi karena alasan keamanan dan ketegangan politik yang memanas dengan Amerika Serikat.

Pengunduran diri ini menjadi sorotan mengingat Iran telah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup A Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Situasi ini juga merupakan kejadian yang jarang terjadi di era modern sepak bola, di mana sebuah negara mundur setelah berhasil lolos kualifikasi.

Menanggapi keputusan ini, FIFA diperkirakan akan menjatuhkan serangkaian sanksi berat sesuai regulasi turnamen. Sanksi-sanksi tersebut mencakup denda finansial yang signifikan, kewajiban pengembalian dana persiapan, dan potensi larangan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA di masa mendatang, yang bisa berdampak besar pada masa depan sepak bola Iran.

Denda Finansial yang Signifikan dari FIFA

FIFA memiliki aturan ketat terkait pengunduran diri tim peserta dari Piala Dunia, termasuk denda finansial yang substansial. Berdasarkan regulasi FIFA, tim yang mengundurkan diri dari turnamen kurang dari 30 hari sebelum pertandingan pertama akan dikenakan denda minimum sebesar 500.000 franc Swiss (sekitar Rp10,8 miliar).

Namun, jika pengunduran diri terjadi lebih dari 30 hari sebelum pertandingan pembuka, denda minimal yang akan dijatuhkan adalah 250.000 franc Swiss (atau sekitar Rp5,4 miliar). Beberapa sumber lain juga menyebutkan denda minimum sebesar $300.000 (€275.000) jika mundur lebih dari 30 hari sebelum pertandingan pertama, dan $600.000 (€550.000) jika mundur dalam 30 hari terakhir.

Besaran denda ini menunjukkan komitmen FIFA untuk memastikan integritas dan kelancaran penyelenggaraan turnamen. Pengenaan denda ini bertujuan untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul akibat perubahan jadwal, pemasaran, dan aspek logistik lainnya.

Kewajiban Pengembalian Dana Persiapan Tim

Selain denda finansial, Iran juga diwajibkan untuk mengembalikan semua dana yang telah diterima dari FIFA untuk persiapan tim nasional mereka. Regulasi FIFA secara eksplisit menyatakan bahwa asosiasi anggota yang berpartisipasi dan mundur pada tahap mana pun dari Piala Dunia FIFA 2026 wajib mengganti semua dana yang diterima dari FIFA untuk persiapan tim nasional mereka, serta kontribusi terkait kompetisi apa pun yang diterima dari FIFA.

FIFA menyediakan $1,5 juta untuk biaya persiapan tim dan $10,5 juta untuk partisipasi setiap tim yang lolos. Dengan demikian, Iran bisa diminta untuk mengembalikan total sekitar $12 juta, yang merupakan jumlah signifikan di luar denda finansial yang telah disebutkan. Kewajiban pengembalian dana ini bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya FIFA digunakan secara efisien dan tidak disalahgunakan. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung tim-tim peserta agar dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk turnamen global ini.

Read Entire Article
Bisnis | Football |