Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Hasan Salihamidzic: Semua Karena Juventus

3 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Italia untuk ketiga kalinya beruntun gagal lolos ke putaran final Piala Dunia. Gli Azzurri dipastikan tak berlaga di Piaal Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko usai kalah adu penalti dari Bosnia Herzegovina, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Bertanding di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Italia kalah 1-4 dari tuan rumah Bosnia dalam drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Pada laga ini Italia sempat unggul lebih dahulu melalui Moise Kean. Namun malapetaka datang di akhir babak pertama. Bek Inter Milan Alessandro Bastoni diganjar kartu merah. Bosnia bisa menyamakan skor pada menit 79 lewat Haris Tabakovic sehingga laga berlanjut ke adu penalti.

Di babak adu penalti, Italia merana setelah Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menceploskan bola ke gawang. Hanya Sandro Tonali yang berhasil mencetak gol dalam babak adu penalti tersebut. Bosnia pun mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Sudah tiga kali beruntun Italia tak lolos ke Piala Dunia. Terakhir kali, Gli Azzurri main di Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil.

Padahal Italia memiliki sejarah panjang dan ciamik di Piala Dunia. Mereka pernah empat kali menjadi juara ajang empat tahunan garapan FIFA itu. Italia juara terakhir kali pada Piala Dunia 2006 bersama Gianluigi Buffon.

Juventus Tak Lagi Jadi Penyumbang Pemain di Timnas Italia

Kegagalan memalukan Italia tiga kali lolos ke Piala Dunia dinilai mantan pemain Bosnia Hasan Salihamidzic erat kaitannya dengan Juventus. Menurut Hasan Salihamidzic, Juventus merupakan barometer sepak bola Italia. Ketika Juventus mengalami masa suram maka akan berdampak pada timnas Italia.

"Italia sedang melewati masa-masa sulit. Bagi saya, barometer sepak bola adalah Juventus. Ketika Juve tidak dalam performa terbaiknya, tim nasional pun ikut terpengaruh," usai laga Bosia melawan Italia.

Ucapan Salihamidzic ini merujuk pada loyonya Juventus dalam beberapa musim terakhir. Sudah lama Juve tak meraih Scudetto. Terakhir kali terjadi pada tahun 2020.

Runtuhnya dominasi Juventus di sepak bola Italia berdampak pada timnas Italia. Saat ini minim pemain Juventus yang menjadi tulang punggung timnas Italia. Saat kalah adu penalti dari Bosnia, hanya ada dua pemain Juventus yang dipakai pelatih Gennaro Gattuso yakni gelandang Manuel Locatelli dan bek Federico Gatti. Itupun Gatti berstatus pemain pengganti yang dimasukkan saat Italia bermain dengan 10 pemain. Praktis di skuad Italia melawan Bosnia cuma ada tiga pemain Juventus yang dipanggil. Satunya lagi adalah Andrea Cambiasso yang cuma menjadi penghuni bangku cadangan. Sebelum terpuruk seperti sekarang, timnas Italia biasanya didominasi pemain dari Juventus. Sewaktu juara Piala Dunia 2006, ada lima pemain dari Juventus yang mayoritas menjadi starter. Ada Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta, Mauro Camoranesi hingga Alessandro Del Piero. Begitu pula ketika Italia meraih gelar bergengsi terakhir Euro 2020. Saat itu masih bercokol trio pemain Juventus yang menjadi andalan yakni kapten Giorgio Chiellini, bek Leonardo Bonucci dan winger Federico Chiesa. Ditambah ada super sub Federico Bernardeschi.  

Read Entire Article
Bisnis | Football |