Qatar Vs Swiss: Manuel Akanji Nilai Nati Kurang Tegas di Depan Gawang

2 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Swiss harus puas berbagi angka dengan Qatar pada matchday pertama Grup C Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di San Francisco Bay Arena Stadium, Minggu (14/06/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 1-1.

Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi Swiss yang tampil dominan sepanjang pertandingan. Mereka menguasai jalannya laga dan berkali-kali menekan lini pertahanan Qatar.

Tim yang berjuluk 'Nati' itu bahkan sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul lebih dulu. Namun gol bunuh diri yang terjadi pada masa injury time membuat tiga poin yang sudah di depan mata akhirnya sirna.

Situasi itu membuat para pemain Swiss kecewa, termasuk Manuel Akanji. Bek andalan Swiss tersebut menilai timnya gagal memaksimalkan peluang yang tersedia dan harus menerima konsekuensi dari kesalahan sendiri.

Dominasi Swiss Tak Berbuah Kemenangan

Sepanjang pertandingan, Swiss tampil lebih agresif dibanding lawannya. Mereka tercatat melepaskan 26 tembakan ke arah pertahanan Qatar dan terus memaksa lawan bermain bertahan.

Meski demikian, efektivitas menjadi masalah utama Swiss dalam laga tersebut. Dari total 26 percobaan, hanya tujuh yang mampu mengarah tepat ke gawang.

Swiss sebenarnya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui eksekusi penalti Breel Embolo. "Saya rasa kami tidak bisa menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol. Kita mendapatkan begitu banyak peluang, dan peluang yang sangat bagus. Kita hanya perlu memanfaatkannya,” ujarnya di laman resmi FIFA.

Qatar Dibiarkan Tetap Hidup Hingga Menit Akhir

Di tengah dominasi Swiss, Qatar tetap mampu bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Tim asal Timur Tengah itu hanya mencatatkan tujuh tembakan sepanjang laga.

Meski jumlah peluangnya jauh lebih sedikit, Qatar tampil lebih efisien dalam penyelesaian akhir. Empat dari tujuh tembakan mereka berhasil mengarah tepat ke sasaran.

Menurut Akanji, Swiss seharusnya mampu menutup pertandingan lebih cepat. “Kami bermain di Piala Dunia. Jika Anda memberi lawan kesempatan untuk kembali ke permainan hingga menit ke-94, maka pada suatu saat hal itu akan terjadi,” tegasnya.

Akanji: Swiss Kurang Tegas

Kemenangan Swiss akhirnya buyar pada menit ke-90+4. Miro Muheim tanpa sengaja mencetak gol bunuh diri yang membuat Qatar menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Swiss yang sebelumnya terlihat mengendalikan pertandingan. Mereka kehilangan dua poin penting di laga pembuka Grup C akibat kegagalan menjaga keunggulan hingga peluit akhir.

Meski kecewa, Akanji tidak mencari kambing hitam atas hasil tersebut. “Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Kami kurang tegas di depan gawang. Tapi saya rasa kami tidak kurang serius."

(FIFA)

Klasemen Grup C Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao

Read Entire Article
Bisnis | Football |