Jelang Real Madrid vs Bayern: Lothar Matthaus Sebut Vinicius Junior Tukang Mengeluh!

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Bayern Munchen, Lothar Matthaus, melontarkan kritik pedas kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Pernyataan itu muncul jelang duel panas Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen.

Laga leg pertama babak perempat final Liga Champions tersebut akan digelar di Santiago Bernabeu, Rabu (7/4) dini hari WIB. Sorotan publik pun langsung tertuju pada komentar Matthaus.

Vinicius Junior selama ini dikenal sebagai salah satu pemain kunci Real Madrid. Performa impresifnya di lini depan membuatnya menjadi ancaman nyata bagi setiap lawan.

Namun, di balik kualitasnya, Vinicius juga kerap menjadi sorotan karena sikapnya di lapangan. Hal inilah yang menjadi fokus kritik tajam dari Matthaus.

Komentar tersebut menambah panas atmosfer jelang duel dua raksasa Eropa. Real Madrid dan Bayern Munchen dipastikan tampil dengan tensi tinggi.

Matthaus Soroti Sikap Vinicius Junior di Lapangan

Lothar Matthaus tidak ragu mengakui kualitas Vinicius Junior sebagai pemain kelas dunia. Namun, ia menilai ada sisi lain yang perlu diperbaiki dari sang winger.

Menurut Matthaus, perilaku Vinicius di lapangan sudah berlangsung lama. Ia menilai pemain asal Brasil itu sering memancing reaksi lawan.

“Ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Vinicius, tentu saja, adalah pemain hebat, tetapi dia terus-menerus memprovokasi," ucap Matthaus dikutip dari Mundo Deportivo.

"Ketika Anda akhirnya melakukan tekel yang tepat padanya di lapangan, dia hanya mengeluh dan merengek,” katanya.

Pernyataan ini menjadi sorotan karena datang dari sosok yang memiliki reputasi besar di dunia sepak bola. Kritik tersebut bisa memengaruhi persepsi publik terhadap Vinicius.

Kritik Meluas ke Sikap Real Madrid

Tidak hanya Vinicius, Matthaus juga menyoroti sikap Real Madrid secara keseluruhan. Ia menilai klub tersebut menunjukkan reaksi yang kurang tepat dalam beberapa momen penting.

Salah satu yang disinggung adalah reaksi Real Madrid saat Rodri memenangkan Ballon d’Or 2024. Matthaus menilai tindakan boikot yang dilakukan klub tidak mencerminkan sportivitas.

“Rodri terpilih sebagai pemain terbaik di dunia. Dan kemudian mereka berkata: tidak adil. Salah satu pemain kami seharusnya memenangkannya, jadi kami memboikotnya," ucap Matthaus.

"Anda tidak boleh melakukan itu, sebagai bentuk penghormatan kepada lawan, kepada tim lain, kepada pemain lain,” kata Matthaus.

Sumber: Madrid Universal

Antonio Conte Akui Tertarik Kembali ke Timnas Italia

Read Entire Article
Bisnis | Football |