Kanada vs Qatar: Lopetegui Sebut Tekel Horor Modibo Bukan Kesengajaan

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Julen Lopetegui menilai kartu merah yang diterima pemain Qatar, Assim Madibo, saat menghadapi Kanada terjadi karena insiden tanpa unsur kesengajaan. Qatar harus menelan kekalahan telak 0-6 dalam laga Piala Dunia 2026 di Vancouver, Jumat (19/6/2026).

Madibo mendapatkan kartu merah langsung setelah melakukan tekel keras yang membuat gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah kaki. Pemain Qatar itu kemudian disebut langsung meminta maaf kepada Kone setelah pertandingan.

Kanada tampil dominan sejak awal dan mampu mencetak tiga gol sebelum jeda pertandingan. Situasi semakin sulit bagi Qatar setelah mereka bermain dengan 10 pemain hingga akhirnya kebobolan tiga gol tambahan.

Kekalahan tersebut membuat Qatar harus memenangkan laga terakhir melawan Bosnia dan Herzegovina untuk menjaga peluang lolos. Lopetegui menyebut pertandingan tersebut akan menjadi laga penentuan bagi timnya.

Lopetegui Sebut Cedera Kone Bukan Kesengajaan

Lopetegui merasa kejadian yang melibatkan Madibo dan Kone merupakan bagian dari situasi pertandingan. Ia berharap pemain Kanada tersebut segera pulih setelah menjalani perawatan.

Madibo menerima kartu merah langsung akibat tekel yang membuat Kone harus menjalani operasi. Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Lopetegui tetap memberikan perhatian terhadap kondisi sang lawan.

“Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk Ismael Kone, semoga dia bisa pulih secepat mungkin. Ini adalah hal utama, karena itu saya berharap yang terbaik untuknya,” kata Lopetegui.

“Itu adalah sebuah kecelakaan, apa yang terjadi. Saya yakin Assim tidak ingin menyebabkan cedera ini,” ujar Lopetegui.

Qatar Kesulitan Setelah Bermain dengan 9 Pemain

Qatar lebih dulu kehilangan Homam Ahmed akibat kartu merah yang diterimanya di menit ke-33. Situasi mereka semakin sulit setelah Assim Madibo juga harus meninggalkan lapangan karena mendapat kartu merah.

Lopetegui menilai timnya tidak berjalan sesuai rencana dalam pertandingan tersebut. Ia mengakui Kanada memiliki kekuatan fisik dan kualitas pemain yang menyulitkan Qatar.

“Mereka adalah tim yang kuat secara fisik dan memiliki pemain-pemain cepat. Mereka mencetak gol dengan sangat cepat, ada satu momen penting ketika semua hal yang bisa menjadi buruk terjadi hari ini,” tutur Lopetegui.

“Setelah kami kebobolan gol pertama, pertandingan menjadi sangat sulit. Setelah mereka melepaskan tiga tembakan, mereka mencetak dua gol, dan mereka memiliki kualitas besar di lini depan,” tambah Lopetegui.

Qatar Anggap Laga Terakhir Sebagai Final

Kekalahan dari Kanada membuat Qatar berada dalam situasi sulit sebelum menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin dari dua pertandingan dan akan bertemu pada 24 Juni.

Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir Qatar untuk menjaga peluang menuju babak berikutnya. Lopetegui meminta para pemainnya segera pulih secara fisik dan mental.

“Kami harus memulihkan kondisi pemain secara fisik dan mental. Hari ini sangat berat bagi kami semua,” jelas Lopetegui.

“Kini kami memiliki satu final di depan kami, meskipun hari ini terasa sulit, kami berhasil mendapatkan hak untuk memainkan pertandingan ini,” tegas Lopetegui.

Sumber: Flashscore

Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Prediksi Brasil vs Haiti: Berburu Kemenangan Perdana Piala Dunia 2026 di Philadelphia

Read Entire Article
Bisnis | Football |