Kapten Tottenham Berulah di Media Sosial, Ini Sikap Thomas Frank

2 days ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Tottenham Hotspur Thomas Frank menolak bicara mengenai status kapten Cristian Romero yang kembali bicara di media sosial.

Romero kembali meluapkan rasa frustasinya melalui postingan Instagram setelah Spurs ditahan Manchester City 2-2 akhir pekan lalu. Dalam unggahannya, bek asal Argentina itu menyebut situasi skuad saat ini sebagai sesuatu yang memalukan karena badai cedera yang menghantam.

Romero mengklaim bahwa ia harus memaksa dirinya bermain meski tidak fit, demi membantu tim yang hanya memiliki sebelas pemain bugar.

Aksi Romero sudah menjadi serangan yang ditujukan kepada petinggi Tottenham Hotspur terkait manajemen skuad. Ia menilai keterbatasan pemain dan kurangnya dukungan transfer menjadi alasan utama mengapa pemain harus menanggung beban fisik berlebihan di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat.

Kritik terbuka dari kapten tim sangat jarang terjadi di level Liga Inggris, sehingga memicu spekulasi adanya keretakan hubungan yang serius antara para pemain senior dan jajaran direksi klub di London Utara tersebut.

Frank, yang baru menjadi nakhoda Tottenham pada Agustus 2025, kini menghadapi ujian besar dalam menangani perselisihan antara sang kapten dan manajemen Spurs.

Respons Diplomatis Thomas Frank

Menanggapi kegaduhan yang ditimbulkan oleh kaptennya, Thomas Frank memilih untuk bersikap diplomatis namun tetap menjaga jarak profesional saat memberikan keterangan kepada media.

“Keindahan teks tertulis adalah Anda bisa menafsirkan banyak hal darinya, dan tidak ada yang benar-benar tahu maksudnya kecuali Cuti (Romero). Semuanya ditangani secara internal,” kata Frank.

Meskipun Frank mengakui bahwa Romero adalah sosok pemimpin yang sangat bersemangat dan memiliki dedikasi tinggi terhadap klub, ia secara implisit merasa tidak setuju terhadap cara sang kapten menyampaikan keluhannya.

Sikap Frank Terhadap Bursa Transfer

Serangan Romero terhadap skuad Spurs memunculkan pertanyaan mengenai sikap Frank menyusul berakhirnya jendela transfer musim ini.

Spurs mendatangkan Conor Gallagher dan bek kiri muda Joao Souza, namun gagal merekrut Antoine Semenyo dan Andy Robertson. Dengan kepergian Brennan Johnson ke Crystal Palace, Spurs tidak menemukan pengganti di lini serang.

“Ada beberapa faktor yang terlibat dalam setiap keputusan ketika Anda menjual pemain atau merekrut pemain baru,” ungkap Frank.

Manajer Liverpool Terkejut Lihat Perubahan Gaya Bermain Klub Liga Inggris

Read Entire Article
Bisnis | Football |