Kisah Giovane Jadi Striker Dadakan Napoli: Gantikan Hojlund yang Tumbang

6 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Napoli sukses mengamankan kemenangan krusial saat menjamu AC Milan dalam lanjutan kompetisi Serie A di Stadio Diego Armando Maradona. Di balik hasil maksimal tersebut, terselip sebuah kisah tidak terduga mengenai perubahan susunan pemain. Penyerang muda, Giovane, secara mendadak harus mengemban tugas sebagai ujung tombak dalam kondisi darurat.

Persoalan muncul tepat pada pagi hari menjelang pertandingan dimulai. Rasmus Hojlund, yang awalnya diproyeksikan sebagai penyerang utama, tiba-tiba jatuh sakit akibat serangan virus perut. Dengan waktu yang sangat terbatas, jajaran staf kepelatihan Napoli harus bergerak cepat guna menemukan solusi alternatif.

Kondisi skuad kian terjepit lantaran tim asuhan Antonio Conte sedang diterjang badai cedera. Nama-nama pilar seperti Romelu Lukaku, David Neres, hingga Giovanni Di Lorenzo telah lebih dahulu masuk ruang perawatan. Dalam situasi yang serba terbatas tersebut, Giovane akhirnya dipilih sebagai jawaban darurat untuk meladeni perlawanan Rossoneri.

Walaupun bermain di luar posisi aslinya, Giovane tampil dengan penuh determinasi sepanjang laga. Napoli akhirnya berhasil memastikan kemenangan 1-0 melalui gol Matteo Politano di babak kedua. Tambahan tiga poin ini sangat berarti bagi Napoli untuk menjaga jarak persaingan dengan Inter Milan yang berada di puncak klasemen.

Terkejut karena Absennya Hojlund

Giovane mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka akan dipasang sebagai starter di posisi penyerang tengah. Kesadaran itu baru muncul saat ia tiba di kamp latihan dan tidak mendapati keberadaan Hojlund yang kondisinya dilaporkan menurun secara drastis.

Meski kabar mengenai absennya Hojlund baru ramai diperbincangkan media pada siang hari, informasi tersebut sudah beredar di internal tim lebih awal. Beberapa jam sebelum laga dimulai, Giovane diperintahkan untuk bersiap menghadapi skenario terburuk, yang pada akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.

"Ketika saya sampai di kamp pagi ini, saya tidak melihat Hojlund karena dia sedang tidak enak badan," ujar Giovane kepada DAZN Italia.

"Semua orang mulai memberi tahu saya bahwa saya harus bersiap, karena saya mungkin harus bermain. Saya masih muda, saya tahu harus terus belajar, apalagi ini posisi yang belum sering saya mainkan," tambahnya.

Sebelum didatangkan dari Hellas Verona pada bursa transfer Januari lalu, Giovane lebih sering beroperasi sebagai pemain sayap. Peran sebagai striker tunggal tentu menuntut tanggung jawab yang berbeda, baik dari sisi ketahanan fisik maupun penempatan posisi di lapangan. Ia pun harus mengandalkan pengalaman masa lalunya saat masih di level junior untuk beradaptasi dengan cepat. Kunci perubahan permainan Napoli justru terjadi pada saat jeda antar babak. Arahan langsung dari Conte membuat aliran bola Napoli menjadi lebih dinamis. Giovane diminta untuk lebih aktif melakukan pergerakan tanpa bola guna memancing bek lawan keluar dari posisinya dan menciptakan ruang tembak. Strategi ini terbukti membuat serangan Napoli tampil lebih terorganisir. "Saya pernah bermain di posisi itu saat masih muda, jadi saya mencoba membantu tim sebisa mungkin," katanya. "Di babak kedua, pelatih meminta saya lebih banyak bergerak untuk membuka ruang. Itu membuat permainan kami jauh lebih baik," tutup Giovane.  

Read Entire Article
Bisnis | Football |