Krisis Italia: Calon Presiden FIGC Didominasi Nama-Nama Senior

10 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah dilanda gejolak setelah Presiden Gabriele Gravina secara resmi mengundurkan diri pada Kamis, 2 April 2026. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan tim nasional Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2026, menandai kegagalan ketiga kalinya secara beruntun yang memicu krisis mendalam dalam sepak bola negara tersebut.

Pengunduran diri Gravina, yang baru saja terpilih kembali pada Februari 2025 untuk masa jabatan ketiga, menunjukkan tekanan besar yang dihadapinya. Popularitasnya merosot tajam akibat performa buruk timnas, bahkan Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, sebelumnya telah mendesaknya untuk mundur.

Kini, sorotan tertuju pada pemilihan Presiden FIGC yang baru, yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026 di Roma. Bursa calon didominasi oleh tokoh-tokoh senior dan berpengalaman, mencerminkan harapan akan kepemimpinan yang kuat untuk membawa sepak bola Italia keluar dari keterpurukan.

Pengunduran Diri Gravina dan Krisis Sepak Bola Italia

Pengunduran diri Gabriele Gravina sebagai Presiden FIGC menjadi puncak dari serangkaian kekecewaan yang melanda sepak bola Italia. Kegagalan timnas Azzurri melaju ke Piala Dunia 2026 adalah pukulan telak yang memperparah kondisi internal federasi. Situasi ini telah menciptakan urgensi untuk perubahan signifikan di tubuh organisasi.

Meskipun Gravina baru menjabat kembali, tekanan publik dan kritik tajam membuatnya tidak memiliki pilihan lain. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara terbuka menyatakan perlunya rekonstruksi total dalam sepak bola Italia, yang harus dimulai dari peremajaan kepemimpinan FIGC. Pernyataan ini semakin memperkuat desakan agar Gravina meletakkan jabatannya.

Krisis ini bukan hanya tentang hasil di lapangan, tetapi juga mencerminkan masalah struktural yang lebih dalam. Kegagalan berulang kali timnas Italia untuk bersaing di panggung dunia telah memicu seruan reformasi dari berbagai pihak. Kondisi ini menuntut FIGC untuk berbenah secara menyeluruh demi mengembalikan kejayaan sepak bola Italia.

Proses dan Jadwal Pemilihan Presiden FIGC Mendatang

Pemilihan Presiden FIGC yang baru akan menjadi momen krusial bagi masa depan sepak bola Italia. Proses ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026 di ibu kota, Roma. Tanggal tersebut telah ditetapkan untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar setelah pengunduran diri Gravina.

Mekanisme pemilihan akan melibatkan total 516 suara berimbang dari berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem sepak bola Italia. Lega Nazionale Dilettanti memiliki porsi suara terbesar dengan 34%, diikuti oleh asosiasi pemain (20%), klub Serie A (18%), pelatih (10%), Lega Pro (12%), dan Serie B (6%). Distribusi suara ini menunjukkan kompleksitas dan representasi yang luas dalam pengambilan keputusan. Untuk dapat terpilih sebagai Presiden FIGC, seorang kandidat harus berhasil meraih mayoritas absolut dari seluruh suara sah yang diberikan. Aturan ini memastikan bahwa pemimpin terpilih memiliki dukungan yang kuat dari sebagian besar pihak terkait. Pemilihan ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai elemen sepak bola Italia.

Read Entire Article
Bisnis | Football |