Kronologi Lengkap Ruben Amorim Dipecat Manchester United: Ketegangan Internal hingga Performa Buruk

1 month ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim akhirnya dipecat oleh Manchester United sebagai pelatih kepala pada Senin, 5 Januari 2026. Keputusan mengejutkan ini mengakhiri masa jabatannya yang hanya berlangsung selama 14 bulan di Old Trafford. Amorim, yang ditunjuk pada November 2024 sebagai pengganti Erik ten Hag, meninggalkan klub saat berada di posisi keenam klasemen Premier League.

Pemecatan ini dipicu oleh serangkaian faktor, termasuk performa tim yang tidak konsisten di bawah kepemimpinannya serta ketegangan internal yang berkembang di balik layar. Hubungan antara Amorim dan manajemen klub dilaporkan memburuk, terutama terkait strategi rekrutmen pemain dan wewenang pelatih.

Puncak dari ketegangan tersebut terjadi setelah pertandingan Manchester United melawan Leeds United pada Minggu, 4 Januari 2026, yang berakhir imbang 1-1. Amorim melontarkan komentar pedas yang mempertanyakan peran dan dukungan dari jajaran manajemen klub, menyatakan dirinya sebagai “manajer Manchester United, bukan hanya pelatih”, dan meminta departemen rekrutmen untuk “melakukan pekerjaan mereka”.

Perjalanan Singkat Ruben Amorim di Old Trafford

Ruben Amorim mengambil alih kursi kepelatihan Manchester United pada November 2024, mengemban tugas berat untuk membawa kembali kejayaan ke Old Trafford. Namun, perjalanannya hanya berlangsung selama 14 bulan yang penuh gejolak. Dalam periode tersebut, ia memimpin tim dalam 63 pertandingan di semua kompetisi.

Statistik kinerja Amorim menunjukkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan. Tingkat kemenangan Amorim tercatat sekitar 38,1% atau 38,71%. Angka ini disebut-sebut sebagai rekor terburuk bagi seorang manajer Manchester United sejak era Frank O'Farrell pada tahun 1971.

Masa jabatan Amorim menjadi yang terpendek bagi manajer permanen Manchester United sejak David Moyes dipecat hanya delapan bulan setelah ditunjuk pada 2014. Ini menandakan betapa cepatnya ekspektasi klub bergeser, terutama di tengah tekanan untuk meraih hasil instan.

Rentetan Hasil Buruk dan Posisi di Klasemen

Salah satu alasan kuat di balik pemecatan Amorim adalah rekor buruk yang dicatatnya di Premier League. Pada musim 2024-2025, Manchester United finis di posisi ke-15 dengan 42 poin, sebuah pencapaian terburuk klub sejak musim 1989-90 dan poin terendah sejak musim 1973-74. Performa ini jauh dari harapan para penggemar dan manajemen klub yang haus akan gelar.

Halaman berikutnya

Selain itu, Amorim juga gagal membawa Manchester United meraih trofi Eropa. Ia memimpin tim ke final Liga Europa musim lalu, namun harus menelan kekalahan dari Tottenham Hotspur di Bilbao. Kegagalan ini berarti klub tidak berhasil mengamankan tiket ke kompetisi Eropa melalui jalur tersebut, menambah daftar panjang kekecewaan. Saat pemecatan diumumkan, Manchester United berada di posisi keenam klasemen Premier League. Meskipun hanya terpaut tiga poin dari zona Liga Champions, inkonsistensi permainan dan kegagalan memaksimalkan momentum dinilai tidak mencerminkan ambisi klub sebesar Manchester United.

Read Entire Article
Bisnis | Football |