Kylian Mbappe Klaim Kini Jadi Penyerang Pilihan Keempat Real Madrid

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe akhirnya kembali memperkuat Real Madrid setelah sempat absen dalam beberapa laga penting. Namun, comeback tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus karena ia mendapat reaksi kurang bersahabat dari sebagian suporter.

Madrid sendiri berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Real Oviedo pada laga yang digelar Jumat (15/5/2026) dini hari WIB. Gol kemenangan dicetak oleh Gonzalo Garcia dan Jude Bellingham.

Mbappe masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69 menggantikan Gonzalo Garcia yang sebelumnya mencetak gol. Saat namanya diumumkan, sebagian penonton di Santiago Bernabeu memberikan siulan sebagai bentuk ketidakpuasan.

Reaksi negatif tersebut diduga berkaitan dengan absennya Mbappe dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, perjalanannya ke luar Madrid selama masa pemulihan juga ikut memicu kritik dari suporter.

Meski mendapat tekanan, penyerang asal Prancis itu tetap bersikap tenang. Ia memilih fokus pada tim dan tidak menanggapi berlebihan reaksi dari tribun penonton.

Situasi Sulit Usai Absen dan Cemoohan Fans

Kylian Mbappe mengakui kekecewaannya karena tidak bisa tampil di El Clasico yang menjadi salah satu laga penting musim ini. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bagian dari perjalanan karier yang harus diterima.

Meski mendapat cemoohan dari suporter, Mbappe menegaskan tidak mengambilnya secara pribadi. Ia memahami bahwa reaksi tersebut merupakan bagian dari dinamika sepak bola profesional.

"Itu sangat disayangkan bagi saya tidak bermain di El Clasico. Begitulah hidup, kita tidak bisa mengubah pendapat orang," ujar Mbappe.

"Itu adalah cara mereka, dan saya tidak menganggapnya secara pribadi. Saya pernah mengalami momen dicemooh, itu bagian dari sepak bola dan kehidupan," lanjut Mbappe.

Terima Peran sebagai Striker Keempat

Peran Mbappe di lini depan menjadi bahan pembicaraan setelah ia hanya duduk di bangku cadangan saat melawan Oviedo. Ia mengakui keputusan pelatih dan tidak mempermasalahkan posisinya dalam tim.

Menurutnya, pelatih memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan susunan pemain. Ia pun memilih menghormati keputusan tersebut meski bukan pilihan utama.

"Saya dalam kondisi 100 persen. Saya tidak bermain karena menurut pelatih, saya adalah striker keempat setelah Mastantuono, Vini, dan Gonzalo," kata Mbappe.

"Tanyakan kepada pelatih. Saya siap bermain sejak awal, tetapi itu keputusannya dan Anda harus menghormatinya. Saya tidak marah," tegas Mbappe.

Evaluasi Musim dan Hilangnya Identitas Tim

Mbappe juga memberikan penilaian jujur terhadap performa Real Madrid sepanjang musim 2025/2026. Ia menilai tim kehilangan arah setelah tampil baik di awal kompetisi.

Menurutnya, penurunan performa di paruh kedua musim menjadi faktor utama kegagalan meraih trofi. Hal tersebut menjadi pukulan besar bagi seluruh tim.

"Kami memulai musim dengan baik, semuanya berjalan sesuai rencana. Lalu kami kehilangan semuanya di paruh kedua musim," ungkap Mbappe.

"Itu sangat menyakitkan karena kami punya struktur dan rencana permainan, tetapi semuanya hilang. Kami harus menerima kritik dan bangkit musim depan," tutup Mbappe.

Sumber: Madrid Universal

Persaingan Sengit di Liga Spanyol

Jakarta Garuda Jaya Tumbang, Foolad Sirjan Iranian Melaju ke Semifinal AVC 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |