Latihan Swedia di Piala Dunia 2026 Diwarnai Pemandangan Tak Lazim, Dikelilingi Reruntuhan Stadion

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Swedia mengalami pengalaman yang tidak biasa selama menjalani persiapan di Piala Dunia 2026. Para pemain harus menggelar sesi latihan dengan latar belakang puing-puing bangunan yang runtuh, jauh dari kesan megah yang identik dengan turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Kondisi tersebut terungkap melalui laporan media Inggris, The Sun, yang menyoroti lokasi latihan sementara yang digunakan oleh skuad Swedia. Tim berjuluk Blågult itu diketahui memanfaatkan Stadion Toyota, markas klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, sebagai tempat mematangkan persiapan mereka.

Sesi latihan tersebut berlangsung menjelang laga penting melawan Jepang pada pertandingan terakhir Grup F. Namun, ketika para pemain tiba di lokasi, mereka justru disuguhi pemandangan area konstruksi yang dipenuhi reruntuhan bangunan akibat insiden dalam proyek renovasi stadion.

Menurut laporan The Sun, Stadion Toyota saat ini memang sedang menjalani proyek renovasi besar dengan nilai mencapai 150 juta poundsterling. Dalam proses pembangunan itu, salah satu struktur bangunan dilaporkan roboh ke arah yang tidak sesuai rencana hingga menghantam tribun stadion di bawahnya dan meninggalkan puing-puing di sekitar area.

Meski harus berlatih di tengah kondisi yang tidak ideal, skuad Swedia tetap menjalani persiapan seperti biasa. Mereka berusaha menjaga fokus penuh demi menghadapi duel krusial melawan Jepang, pertandingan yang akan menentukan nasib mereka di fase grup Piala Dunia 2026.

Pemain Terkejut

Skuad Swedia saat ini memiliki sederet bintang Eropa, seperti pemain Liverpool, Alexander Isak, hingga pemain andalan Arsenal, Viktor Gyokeres. Mereka kabarnya terkejut dengan pemandangan yang terpampang di depan mata.

General Manager Timnas Swedia, Stefan Pettersson, mengakui bahwa puing-puing tersebut sempat membuat beberapa orang terkejut.

Dia pun akhirnya mengetahui penyebab dari reruntuhan stadion tersebut.

"Mereka seharusnya merobohkan sesuatu, dan tampaknya bangunan itu jatuh ke arah yang salah. Untungnya, tidak ada yang terluka. Mereka mungkin meledakkannya dan kemudian ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana," ungkap Pettersson kepada Aftonbladet.

Bahkan, kata Pettersson, para pemain sempat terhenyak dan terheran-heran dengan apa yang mereka saksikan.

"Para pemain terbelalak saat tiba. Mereka berkata, 'Oh, apa-apaan yang terjadi di sini?'" katanya.

Tetap Aman

Seorang juru bicara untuk FC Dallas kemudian mengklarifikasi bahwa metode pembongkaran yang digunakan adalah metode tarik-turun (pull-down). Dia memastikan sesi latihan Swedia sama sekali tidak terganggu.

Tim Swedia, yang kini diasuh oleh mantan bos Chelsea dan Brighton, Graham Potter, baru saja bermain imbang menghadapi Jepang dalam duel pamungkas Grup F yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Jumat (26-6-2026).

Dengan hasil ini, The Blue and Yellow, harus puas mengakhiri persaingan di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin dari tiga laga, sekaligus dipastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Jepang akhirnya mengakhiri persaingan di peringkat kedua dengan koleksi lima poin. Kedua kontestan ini menemani Belanda yang lolos ke babak 32 besar sebagai pemuncak klasemen akhir dengan tujuh poin.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Final IBL 2026: Hornbills Mengamuk, Paksa Pelita Jaya Mainkan Game Kelima

Read Entire Article
Bisnis | Football |