Liputan6.com, Jakarta - Arsenal sedang menikmati musim yang luar biasa di Premier League 2025/2026. Tim asuhan Mikel Arteta kini memuncaki klasemen dan terus menjaga jarak dari para pesaingnya, termasuk Manchester United.
Salah satu kekuatan terbesar The Gunners musim ini datang dari situasi bola mati. Banyak gol penting mereka tercipta dari skema tendangan sudut maupun free kick yang terorganisasi dengan baik.
Keunggulan tersebut membuat Arsenal menjadi tim yang sangat berbahaya dalam setiap peluang bola mati. Namun di sisi lain, efektivitas itu justru memicu kritik dari sejumlah pihak.
Di tengah gelombang kritik itu, legenda Manchester United Wayne Rooney justru mengambil sikap berbeda. Ia membela Arsenal dan menilai kritik yang diarahkan kepada klub London Utara itu tidak sepenuhnya adil.
Rooney Pasang Badan untuk Arsenal
Arsenal kini memimpin klasemen Premier League dengan selisih tujuh poin setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Brighton. Konsistensi mereka musim ini membuat tim Mikel Arteta semakin dekat dengan mimpi meraih gelar liga pertama dalam 22 tahun.
Meski tampil solid, gaya bermain Arsenal justru mendapat sorotan dari sejumlah manajer dan pengamat sepak bola. Mereka menilai The Gunners terlalu bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol.
Data memang menunjukkan kontribusi besar dari skema tersebut. Dari total 59 gol Arsenal musim ini, sebanyak 22 di antaranya lahir dari bola mati, termasuk 16 gol yang berasal dari tendangan sudut.
Situasi itu memicu keluhan dari beberapa rival yang merasa Arsenal mendapat keuntungan berlebih di dalam kotak penalti. Namun Rooney menilai kritik tersebut tidak tepat dan bahkan menganggap permainan Arsenal sangat menghibur.
"Saya telah mendengar banyak orang berbicara tentang Arsenal dan cara mereka bermain, tetapi saya pikir mereka telah bermain brilian," kata Rooney pada siniar BBC.
"Sepak bola dimainkan dengan berbagai cara. Manchester City memiliki periode di mana mereka benar-benar luar biasa, begitu pula tim Manchester United saya. Tetapi Arsenal memiliki perpaduan yang baik, mereka memiliki pemain yang berbeda yang mencetak gol, mereka sulit dikalahkan, mereka menjaga gawang tetap bersih. Saya sebenarnya menikmati menonton mereka bermain," akunya.
Salah satu kritik yang sering muncul adalah pendekatan fisik Arsenal saat memanfaatkan bola mati. Beberapa pelatih lawan, termasuk pelatih Brighton Fabian Hurzeler, menilai cara itu menyulitkan tim bertahan secara adil. Namun Rooney melihatnya dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, bola mati merupakan bagian penting dari sepak bola yang seharusnya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ia bahkan menilai Arsenal justru cerdas karena mampu menemukan celah yang memberi mereka keunggulan kompetitif. Bagi Rooney, tidak ada alasan bagi Arteta untuk mengubah pendekatan yang sudah terbukti efektif. Statistik juga mendukung pandangan tersebut karena bola mati menyumbang sekitar 27,1 persen dari total gol di Premier League musim ini, tanpa menghitung penalti. Artinya, skema itu memang menjadi salah satu senjata penting dalam sepak bola modern. "Bola mati adalah bagian dari sepak bola – mengapa Anda tidak menggunakannya? Bola mati menempatkan banyak pemain di dalam kotak penalti, jika tim lawan tidak cukup cerdas atau tidak memiliki pemain yang mampu mengatasinya, mengapa Arsenal tidak terus melakukannya? Saya akan melakukannya lebih sering lagi jika saya adalah Mikel Arteta. Itu bagian dari permainan dan saya menyukainya – mereka tidak perlu mengubah apa pun," tegas Rooney. (BBC)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527194/original/053464100_1773194404-SLOT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527091/original/057869600_1773177268-joan-garcia-barcelona-kiper-tinju-bola-liga-champions-2026-newcastle-united.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527096/original/036351400_1773178394-atalanta-vs-bayern-munchen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527082/original/084883300_1773176099-randal-kolo-muani-johnny-cardoso-tottenham-atletico-madrid-duel-bola-liga-champions-2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429058/original/063376000_1764572380-20251119BL_Stok_Timnas_Indonesia_Vs_Mali_22.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3543260/original/007202100_1629258683-Joan_Laporta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5176098/original/062087600_1743061751-iran_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3515531/original/048245400_1626754584-000_1H213L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499328/original/089774700_1770782786-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532054/original/016844200_1773639985-Manchester_United_vs_Aston_Villa-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511083/original/059114100_1771887206-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520886/original/020318400_1772664243-AP26063763450186.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524478/original/018525200_1772950651-newcastle_united_vs_manchester_city-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528304/original/075424600_1773276412-VIITINHA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461285/original/035308500_1767357140-000_83JH9D8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528236/original/050021700_1773266418-AP26070738570773.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528220/original/073718300_1773258371-kai-havertz-arsenal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533488/original/075012200_1773739276-WhatsApp_Image_2026-03-17_at_16.09.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478967/original/054292200_1768962717-AP26020752709841.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439432/original/079646600_1765357239-IMG_0218.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425002/original/013314700_1764201159-AP25330803907927.jpg)