Liverpool Pernah Salah Besar, Ini 8 Transfer Terburuk Sepanjang Sejarah

1 hour ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool dikenal sebagai salah satu klub dengan kebijakan transfer terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Kesuksesan mereka tidak lepas dari rekrutmen pemain yang tepat.

Di era Jurgen Klopp, Liverpool berhasil kembali ke puncak sepak bola Eropa. Gelar Liga Champions 2019 dan Liga Inggris 2020 menjadi bukti nyata.

Namun, perjalanan transfer klub tidak selalu berjalan mulus. Sebelum periode sukses tersebut, Liverpool juga pernah melakukan sejumlah kesalahan besar.

Beberapa pemain didatangkan dengan harga tinggi tetapi gagal memenuhi ekspektasi. Bahkan ada yang hanya bertahan singkat sebelum dilepas kembali.

Berikut adalah delapan transfer terburuk Liverpool sepanjang masa yang menjadi pelajaran berharga bagi klub.

1. Christian Benteke

Christian Benteke didatangkan dari Aston Villa dengan biaya 46,5 juta euro pada 2015. Transfer ini dilakukan setelah Liverpool mengaktifkan klausul pelepasannya.

Sebagai penyerang, Benteke memiliki fisik kuat dan kemampuan duel udara yang baik. Namun, ia kurang cocok dengan gaya permainan cepat yang diinginkan tim.

Kehadiran Klopp semakin memperjelas keterbatasannya dalam sistem permainan. Ia pun lebih sering menghangatkan bangku cadangan.

Benteke hanya mencetak 10 gol dalam satu musim bersama Liverpool. Meski kemudian dijual ke Crystal Palace seharga 31,2 juta euro, transfer ini tetap dianggap gagal.

2. Mario Balotelli

Mario Balotelli direkrut dari AC Milan dengan harga 20 juta euro pada 2014. Transfer ini terjadi setelah kepergian Luis Suarez.

Balotelli datang dengan reputasi besar, tetapi performanya sudah menurun. Liverpool berharap ia bisa menjadi solusi instan di lini depan.

Namun, harapan tersebut tidak terwujud di lapangan. Ia hanya mampu mencetak empat gol dari 28 penampilan.

Kehadirannya tidak memberi dampak signifikan bagi tim. Transfer ini pun dikenang sebagai salah satu perjudian yang gagal total.

3. Andy Carroll

Andy Carroll bergabung dari Newcastle United dengan biaya 41 juta euro pada 2011. Ia sempat menjadi pemain termahal klub saat itu.

Kedatangannya diharapkan menjadi pasangan ideal bagi Luis Suarez. Kombinasi keduanya sempat terlihat menjanjikan di atas kertas.

Namun, cedera menjadi penghambat utama performanya. Ketika bermain, kontribusinya juga tidak konsisten.

Carroll akhirnya dilepas ke West Ham United setelah 18 bulan. Transfer mahal ini pun tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |