Manchester United Seri Lawan Leeds, Eks Liverpool Ini Sebut Amorim tak Layak Tukangi Setan Merah

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali gagal membawa pulang kemenangan saat bertandang ke markas Leeds United pada pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026, Minggu (04/01/2026). Bermain di Elland Road, Setan Merah harus puas dengan skor imbang 1-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Kebuntuan laga baru pecah pada menit ke-62 ketika Brenden Aaronson membawa Leeds unggul lewat penyelesaian tenang di dalam kotak penalti. Gol tersebut sempat membuat tuan rumah berada di atas angin dan menekan pertahanan MU.

Manchester United merespons cepat hanya tiga menit berselang lewat gol Matheus Cunha pada menit ke-65. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai meski kedua tim sama-sama memiliki peluang di sisa waktu pertandingan.

Hasil ini membuat MU tetap tertahan di peringkat enam klasemen sementara dengan 31 poin dari 20 laga. Mereka kini tertinggal tiga angka dari Liverpool yang menempati posisi empat besar.

Carragher: Amorim Tak Cukup Baik untuk Manchester United

Penampilan Manchester United yang kembali gagal menang memicu kritik tajam dari Jamie Carragher. Mantan bek Liverpool itu secara terbuka meragukan kapasitas Ruben Amorim sebagai sosok yang tepat untuk menangani klub sebesar MU.

Carragher menilai performa United di bawah Amorim tidak menunjukkan perkembangan berarti. Catatan delapan kegagalan menang dari 11 laga terakhir Liga Inggris menjadi dasar utama kritik tersebut.

“Ia tidak cukup baik. Ia tidak cukup baik untuk menjadi manajer Manchester United. Saat ini, ia hampir tidak cukup kompeten untuk menjadi manajer Premier League,” ujar Carragher kepada Sky Sports.

Reaksi Keras Carragher atas Keluhan Amorim

Sorotan Carragher juga tertuju pada pernyataan Amorim usai laga melawan Leeds. Pelatih berusia 40 tahun itu melontarkan respons panjang ketika ditanya soal dukungan dewan klub terhadap posisinya.

Amorim mengisyaratkan adanya ketegangan internal, khususnya terkait perannya yang disebut lebih sebagai pelatih kepala ketimbang manajer penuh. Hal tersebut dinilai Carragher sebagai sesuatu yang tidak pantas disampaikan ke ruang publik.

Carragher menilai keluhan Amorim hanya mengarah pada dua kemungkinan besar. Ia menyebut persoalan itu bisa berkaitan dengan bursa transfer Januari atau keraguan manajemen terhadap arah taktik yang diterapkan Amorim.

“[Keluhan Amorim] hanya bisa disebabkan oleh dua hal. Bisa jadi tentang bursa transfer Januari, bahwa ia tidak didukung, atau orang-orang di atasnya mempertanyakan bahwa ia plin-plan antara sistem yang berbeda,” kata Carragher.

 (Sky Sports)

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |