Marc Cucurella Kritik Wasit Paul Tierney Usai Insiden Huddle Chelsea Lawan Newcastle

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bek Marc Cucurella akhirnya angkat suara terkait insiden kontroversial yang melibatkan wasit Paul Tierney menjelang laga Chelsea kontra Newcastle United. Ia menilai tindakan sang pengadil lapangan tersebut sebagai bentuk kurangnya rasa hormat terhadap timnya.

Insiden itu terjadi saat para pemain Chelsea melakukan huddle atau kumpul bersama di titik tengah lapangan sebelum pertandingan dimulai. Namun, situasi menjadi janggal ketika Tierney justru berdiri tepat di tengah lingkaran tersebut.

Meski terlihat kebingungan, para pemain Chelsea tetap melanjutkan huddle mereka hingga selesai. Tierney baru keluar dari posisi tersebut setelah para pemain membubarkan diri.

Kejadian ini dengan cepat menjadi sorotan dan bahkan menuai reaksi dari publik. Pada pertandingan berikutnya, momen huddle Chelsea sempat mendapat cemoohan dari suporter lawan. Kritik juga datang dari pundit ternama Gary Neville yang mempertanyakan kejadian tersebut.

Cucurella: Kurang Rasa Hormat

Dalam wawancaranya bersama The Athletic, Cucurella mengaku tidak memahami tindakan Tierney. Ia merasa seharusnya sang wasit bisa berkomunikasi secara langsung jika memang ada hal yang dianggap tidak sesuai.

“Saya sebenarnya tidak ingin banyak bicara. Tapi menurut saya itu bentuk kurangnya rasa hormat,” ujar Cucurella.

Ia menambahkan bahwa Tierney seharusnya menjelaskan alasan jika memang huddle tersebut dianggap bermasalah, bukan justru berdiri di tengah tanpa penjelasan.

“Dia bisa datang dan memberi tahu kami, ‘Kalian tidak bisa melakukan itu karena alasan ini’. Tapi dia justru masuk dan tetap berada di tengah,” lanjutnya.

Cucurella juga menyiratkan bahwa tindakan tersebut terasa seperti upaya mencari perhatian di momen sebelum pertandingan dimulai.

Manajer Chelsea Ikut Bereaksi

Komentar Cucurella sejalan dengan pernyataan pelatih Liam Rosenior yang juga menyoroti insiden tersebut. Ia mengungkapkan rencana untuk berdiskusi dengan badan wasit Inggris, Professional Game Match Officials Limited, guna mendapatkan kejelasan.

Menurut Rosenior, huddle yang dilakukan para pemain merupakan inisiatif internal tim sebagai bentuk kebersamaan dan kepemimpinan di lapangan.

“Itu bukan keputusan saya. Itu keputusan para pemain dan kelompok pemimpin tim. Mereka ingin menunjukkan rasa hormat terhadap bola dan memperkuat persatuan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada unsur tidak menghormati lawan dalam aktivitas tersebut.

Cari Kejelasan, Bukan Kontroversi

Rosenior mengaku belum berbicara langsung dengan Tierney usai pertandingan, namun memastikan akan segera membuka dialog dengan pihak wasit.

“Kami ingin memahami kenapa hal itu bisa terjadi. Dalam aturan, yang penting adalah soal waktu, bukan posisi di lapangan,” ujarnya.

Ia pun menyayangkan bahwa isu ini justru menjadi bahan perdebatan, padahal menurutnya masih banyak aspek pertandingan yang jauh lebih penting untuk dibahas.

“Kami membicarakan sesuatu yang sebenarnya tidak sepenting apa yang terjadi di atas lapangan,” tutupnya.

Barcelona Pede Kalahkan Real Madrid dalam Perburuan Winger Sensasional Osasuna

Read Entire Article
Bisnis | Football |