Masalah Arsenal Ternyata Bukan di Striker, tapi Sektor Ini

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Performa Viktor Gyokeres bersama Arsenal mulai menjadi sorotan di musim debutnya. Meski sudah mengoleksi 18 gol sejak didatangkan dari Sporting CP dengan banderol 64 juta paun, kontribusinya dinilai belum sepenuhnya memuaskan.

Kritik pun bermunculan dari sejumlah pengamat, termasuk Jamie Carragher, yang mempertanyakan efektivitas sang penyerang sebagai ujung tombak utama. Bahkan, muncul anggapan bahwa The Gunners masih membutuhkan sosok striker baru demi menjaga peluang dalam perburuan gelar.

Namun, pandangan berbeda justru datang dari mantan bek Arsenal, William Gallas. Ia menilai akar persoalan tim tidak terletak pada Gyokeres, melainkan pada sistem permainan yang belum mampu memaksimalkan potensinya.

Lini Sayap Jadi Sorotan

Dalam analisisnya, Gallas menyoroti ketimpangan kontribusi dari sektor sayap. Di sisi kanan, Arsenal relatif aman dengan kehadiran Bukayo Saka dan Noni Madueke yang tampil cukup konsisten.

Sebaliknya, sektor kiri justru mengalami penurunan performa. Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan sepanjang musim ini.

Gallas bahkan mengaku terkejut dengan performa Martinelli yang merosot drastis, terutama di kompetisi liga, di mana kontribusi golnya sangat minim.

Distribusi Bola Jadi Masalah Utama

Lebih jauh, Gallas menilai peran lini tengah Arsenal dalam mendistribusikan bola menjadi faktor kunci yang menghambat performa Gyokeres. Menurutnya, striker asal Swedia itu sebenarnya cukup aktif dalam mencari ruang dan membuka peluang.

Namun, ia kerap tidak mendapatkan suplai bola yang tepat waktu. Para gelandang Arsenal disebut terlalu lama menahan bola, sehingga momentum serangan sering terbuang sia-sia.

Dalam situasi serangan balik, Gallas menilai seharusnya para pemain tengah lebih cepat mengambil keputusan untuk mengalirkan bola ke depan, terutama saat Gyokeres sudah berada di posisi ideal.

Perlu Pembenahan di Sisi Kiri

Ekspektasi tinggi terhadap striker di Premier League membuat standar performa semakin ketat. Target 20 gol per musim menjadi tolok ukur yang sulit dicapai tanpa dukungan sistem yang solid.

Gallas juga menyinggung kondisi fisik Gyokeres yang dinilai tidak sekuat saat masih bermain di Portugal. Hal ini semakin menegaskan pentingnya dukungan dari sektor sayap, khususnya di sisi kiri.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Gallas bahkan menyarankan Arsenal mempertimbangkan opsi pemain baru seperti Khvicha Kvaratskhelia atau Bradley Barcola. Dari dua nama tersebut, ia secara tegas lebih memilih Barcola karena dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan tim.

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Chelsea Percaya Enzo Fernandez Bertahan, Harga Selangit Jadi Benteng dari Godaan Klub Elite

Read Entire Article
Bisnis | Football |