Mentan Amran Tegas, Minta Pedagang Tak Bikin Harga Beras Naik!

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman meminta pedagang atau pengusaha tidak menaikkan harga beras di pasaran. Dia memastikan akan menindak tegas pelanggaran yang dilakukan.

Amran menjelaskan ada harga eceran tertinggi (HET) bagi beras medium dan premium di pasaran. Dia meminta pedagang patuh terhadap aturan HET yang telah ditetapkan itu.

"Ada HET, Harga Eceran Tertinggi. Kami minta seluruh teman-teman pedagang jangan menaikkan harga di atas HET," ujar Amran di gudang penyimpanan beras Bulog, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Aturan HET beras tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025. Untuk Zona I, HET beras medium dipatok 13.500 per kilogram (kg) sementara beras premium Rp 14.900 per kg.

Amran mengamini, kala itu sempat ada dorongan kenaikan harga beras. Pasokan dari impor menjadi alasan pengusaha dan pedagang untuk menaikkan harga beras. Namun, saat swasembada saat ini, Amran menegaskan alasan itu tidak lagi berlaku.

"Kalau dulu pada saat kita impor itu alasannya ada 'kurang beras, harga naik'. Oke? Selalu itu alasannya. Sekarang tidak ada alasan (untuk naikkan harga beras)," tegas Amran.

Bakal Cek Lapangan

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini menegaskan peringatannya. Dia bahkan akan mengecek langsung harga di pasaran, termasuk harga minyak goreng hingga beras.

"Kami minta seluruh produsen jangan bermain-main (dengan) pemerintah. Kami akan turun mengecek kembali seluruh harga-harga. Begitu pula beras, hari ini terbukti, kadang naik satu tempat, naik dikit, tapi tidak seperti sebelumnya," ungkapnya.

Amran menjelaskan, pemerintah punya instrumen beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menyetabilkan harga beras di pasaran. Buktinya, dua tahun terakhir harga beras diklaim stabil meski di periode puncak konsumsi seperti Lebaran Idulfitri.

"Sudah dua kali lebaran relatif stabil. Ada tempat-tempat tertentu kadang naik karena distribusinya terlambat. Tapi SPHP, beras pemerintah lebih 1 juta ton, nggak boleh (naik)," kata dia sambil menegaskan akan menindak pelanggaran yang dilakukan.

Stok Melimpah

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan cadangan beras pemerintah (CBP) telah melebihi 5 juta ton. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Amran mengatakan, stok beras ini menandai swasembada pangan yang telah dicapai oleh Indonesia. Capaian ini disebut buka sebatas hasil kerja keras dari Kementerian Pertanian.

"Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026 jam 08.55 (WIB) stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini adalah pertama tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua, semua anak bangsa, bukan Kementerian Pertanian," ungkap Amran saat meninjau gudang penyimpanan beras Bulog, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Gudang Bulog Penuh

Dia menjelaskan, total kapasitas gudang yang dimiliki Perum Bulog mencapai sekitar 3 juta ton. Sementara itu, 2 juta ton sisanya adalah sewa ke pihak lain.

Amran menjelaskan, khusus di gudang di Karawang ini, memiliki kapasitas 102.000 dan sudah terisi sekitar 80.000 ton. "Mungkin 2 minggu ke depan ini penuh lagi, full," sebut dia.

Sementara itu, secara nasional, gudang yang digunaka untuk menyimpan beras Bulog sudah hampir penuh. Amran berencana menambah penyewaan gudang lagi.

"Sekarang sudah kita sewa 2.000.000 ton dan sekarang sudah penuh, tinggal 800.000 dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1.000.000 ton kapasitasnya," jelas dia.

Read Entire Article
Bisnis | Football |