Milan vs Inter: Chivu yang Cerdas dan Berani, Allegri yang Berada di Level Elite

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Laga Milan vs Inter pada pekan ke-28 Liga Italia 2025-2026 akan berlangsung di San Siro, Senin, 9 Maret 2026, pukul 02.45 WIB. Derby ini menghadirkan duel dua pelatih dengan pendekatan berbeda, Cristian Chivu di kubu Inter dan Massimiliano Allegri bersama Milan.

Menjelang pertandingan Milan vs Inter, mantan pelatih legendaris Fabio Capello memberikan pandangannya tentang kedua pelatih tersebut. Capello menilai Chivu sebagai sosok cerdas yang mampu memberi energi baru bagi Inter.

Capello juga menegaskan bahwa Allegri tetap berada di level elite kepelatihan Italia. Menurutnya, pengalaman Allegri menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi Milan.

Chivu Dinilai Cerdas dan Berani

Capello mengaku memahami situasi yang dihadapi Chivu di Inter saat ini. Ia mengingatkan bahwa pengalaman minim bukan halangan bagi pelatih muda untuk berkembang.

“Chivu ditempatkan di sana tanpa banyak pengalaman, tetapi saya juga tidak punya banyak pengalaman saat itu, hanya lima pertandingan sebagai pelatih,” kata Capello.

Capello mengenal Chivu sejak masih menjadi pemain AS Roma. Hubungan itu membuatnya yakin dengan kualitas intelektual dan kepemimpinan pelatih asal Rumania tersebut.

“Saya mengenal Christian dengan baik, saya merekrutnya sebagai pemain di Roma. Dia orang yang cerdas, tajam, dan sukses.”

Menurut Capello, Chivu masuk ke ruang ganti Inter dengan pendekatan yang tenang. Ia mampu meyakinkan skuad bahwa mereka masih cukup kuat untuk bersaing meraih kemenangan.

Capello juga memuji keberanian manajemen Inter dalam menunjuk pelatih muda. Keputusan itu, menurutnya, menunjukkan keyakinan besar dari jajaran pimpinan klub.

“Memasang pelatih muda seperti Chivu berarti mereka yang memilihnya tahu apa yang mereka lakukan. Itu menjadi kredit bagi presiden dan para direktur.”

Allegri Masih di Level Elite

Selain Chivu, Capello juga memberikan penilaian tinggi kepada Massimiliano Allegri menjelang duel Milan vs Inter. Ia menilai anggapan bahwa masa terbaik Allegri sudah lewat sebagai pandangan yang keliru.

“Apa yang dilakukan Allegri menunjukkan bahwa dia masih salah satu yang terbaik, pelatih hebat, bukan sosok yang sudah habis,” ujar Capello.

Capello menilai kekuatan utama Allegri adalah kemampuannya membaca kualitas pemain yang tersedia. Hal tersebut membuat Milan tetap kompetitif dalam berbagai situasi.

Menurutnya, banyak pelatih muda belum memiliki kemampuan memahami karakter pemain secara mendalam. Mereka kerap hanya meniru pendekatan taktik yang sedang populer.

Capello juga menolak perdebatan klasik antara pelatih pragmatis dan pelatih yang mengedepankan filosofi permainan. Ia menilai pembagian tersebut tidak relevan dalam sepak bola modern.

“Kisah tentang pragmatis melawan puritan sebenarnya tidak ada,” kata Capello.

Derby Milan vs Inter kali ini pun bukan hanya pertarungan pemain di lapangan. Pertandingan ini juga menghadirkan duel pemikiran antara dua pelatih dengan latar belakang berbeda.

Sumber: Football Italia

Klasemen Serie A/Liga Italia

Andai Kenan Yildiz Didampingi Seorang Striker Murni

Read Entire Article
Bisnis | Football |