Paus: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah Sebelum Tak Bisa Diperbaiki

9 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin lebih dari 1,4 miliar umat Khatolik di dunia, Paus Leo XIV, menyerukan "spiral kekerasan" di Timur Tengah diakhiri. Ucapan Paus ini menanggapi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang sudah memicu serangan balasan.

"Menghadapi kemungkinan tragedi yang sangat besar, saya mengimbau pihak-pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral untuk menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki," kata Paus kepada kerumunan di Lapangan Santo Petrus, diberitakan AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2) dan telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian melakukan serangan balasan ke sekutu AS di Timur Tengah.

Israel juga telah menyerang lagi Iran karena serangan balik itu.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan balas dendam atas kematian Khamenei adalah hak dan kewajiban Iran. Dia berjanji bakal menyerang dengan seluruh kekuatan Iran.

Presiden AS Donald Trump menanggapinya dengan mengatakan sebaiknya Iran tak melakukannya atau bakal diserang dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik atau dengan senjata, yang menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian, tetapi hanya melalui dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab," kata Paus pertama kelahiran AS itu selama doa Angelus mingguan.

"Semoga diplomasi kembali memainkan perannya dan semoga kebaikan rakyat dipromosikan," tambah Paus.

Paus juga menyerukan "kembalinya dialog yang mendesak" antara Afghanistan dan Pakistan, yang telah berkonflik dalam beberapa hari terakhir.

(fea)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |