Pemain Timnas Indonesia Terganjal Drama Paspor dan Izin Kerja di Liga Belanda, Ini Kata PSSI

11 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya buka suara terkait masalah paspor dan izin kerja sejumlah pemain diaspora Timnas Indonesia di Liga Belanda. Federasi menjelaskan secara detail dan meluruskan semua.

Saat ini ada empat pemain diaspora Timnas Indonesia yang berkutat dengan masalah paspor dan izin kerja di Liga Belanda. Mereka adalah Dean James (Go Ahead Eagles), Nathan Tjoe-A-On (Willem II Tilburg), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Tim Geypens (FC Emmen).

Keempat pemain yang lahir dan besar di Belanda itu tersandung masalah karena kedapatan tidak memiliki surat izin kerja di Liga Belanda. Mereka terdaftar sebagai pemain Uni Eropa. Padahal, Dean James dan tiga pemain lain sudah melakukan proses naturalisasi alias menjadi warga negara Indonesia (WNI). 

Berdasarkan hukum Belanda, siapa pun yang secara sukarela memperoleh kewarganegaraan lain, secara otomatis kehilangan kewarganegaraan. Baik Belanda maupun Indonesia tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda.

Naturalisasi Sah

PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji angkat bicara. Ia meluruskan isu yang simpang siur yang menyebut para pemain Timnas Indonesia itu bermasalah di Liga Belanda karena ada prosedur naturalisasi yang tak benar.

Sumardji menegaskan bahwa PSSI sudah memastikan seluruh proses naturalisasi pemain keturunan sah dan sesuai dengan peraturan di Indonesia. 

Dia menyebut semua penggawa Garuda di Liga Belanda telah menjalani proses sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia dan semata-mata sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap tanah air. 

“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” kata Sumardji dalam keterangan resminya, dipetik Jumat (3/4).

Bukti Kecintaan pada Indonesia

Menurut Sumardji, para pemain diaspora yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia, punya kecintaan luar biasa terhadap Indonesia saat memutuskan menjadi WNI.

Para pemain diaspora, kata Sumardji, juga sudah mengetahui konsekuensi terhadap keputusannya menjadi WNI. Termasuk merelakan segala fasilitas yang didapat di negara lamanya.

“Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan," terang Sumardji.

"Misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda,” jelasnya menambahkan.

Kylian Mbappe Bikin Pengakuan Mengejutkan: Hampir Pensiun dari Timnas Prancis!

Read Entire Article
Bisnis | Football |