Performa Mohamed Salah Menurun, Momen Panas dengan Trent Alexander-Arnold Diduga Jadi Titik Balik

1 week ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Performa bintang Liverpool, Mohamed Salah, menjadi sorotan sepanjang musim ini. Penyerang asal Mesir itu dinilai tidak lagi tampil setajam biasanya, meski sebelumnya dikenal sebagai mesin gol utama The Reds. Menariknya, penurunan performa tersebut diduga bermula dari sebuah momen kontroversial yang terjadi setahun lalu saat sesi latihan.

Insiden itu melibatkan Salah dan rekan setimnya saat itu, Trent Alexander-Arnold. Dalam rekaman yang beredar pada 10 Maret 2024, keduanya terlihat saling mendorong dan berhadap-hadapan dalam suasana yang cukup tegang di tengah latihan tim.

Pada saat itu, Liverpool tengah melaju kencang menuju gelar liga ke-20 mereka di kasta tertinggi Inggris. Meski Alexander-Arnold tampak kesal dengan kejadian tersebut, Salah justru terlihat menanggapinya dengan santai bahkan sempat tertawa. Situasi kemudian mereda setelah dua rekan setim mereka, Ibrahima Konaté dan Harvey Elliott, turun tangan untuk menenangkan suasana.

Pihak internal klub saat itu menyebut insiden tersebut hanya sekadar candaan antar pemain. Bahkan, Salah dan Alexander-Arnold dilaporkan masih terlihat bercanda bersama di kompleks latihan setelah kejadian tersebut.

Namun, statistik Salah sejak momen itu menunjukkan cerita yang berbeda.

Penurunan Statistik yang Signifikan

Pada musim sebelumnya di bawah arahan pelatih Arne Slot, Salah tampil luar biasa dan menjadi sosok kunci di balik keberhasilan Liverpool menjuarai Premier League. Sepanjang musim tersebut, ia mencatatkan total 57 kontribusi gol di semua kompetisi.

Berkat performa impresifnya, Salah juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi seperti PFA Players' Player of the Year untuk ketiga kalinya, FWA Footballer of the Year, serta Premier League Player of the Season.

Namun setelah insiden dengan Alexander-Arnold, produktivitasnya menurun drastis. Dalam sembilan pertandingan terakhir musim juara itu, Salah hanya mampu mencetak dua gol dan satu assist.

Padahal sebelum kejadian tersebut, mantan pemain AS Roma itu telah mengoleksi 27 gol dan 17 assist.

Performa Belum Pulih

Salah sebenarnya masih menunjukkan komitmennya kepada Liverpool dengan menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun pada Mei 2025. Akan tetapi, performanya di musim ini belum kembali ke level terbaik.

Sejauh musim berjalan, pemain berusia 33 tahun itu baru mengoleksi delapan gol dan delapan assist di semua kompetisi. Salah memang sempat absen di sejumlah pertandingan liga pada Januari karena membela Mesir di ajang Africa Cup of Nations. Sejak insiden latihan pada Maret 2024 tersebut, total kontribusi Salah tercatat hanya 11 gol dan 13 assist. Penurunan ini memunculkan spekulasi bahwa momen panas dengan Alexander-Arnold bisa saja menjadi titik balik performanya, meski tidak menutup kemungkinan hal itu hanya kebetulan atau berkaitan dengan performa tim yang juga menurun setelah meraih gelar.

Read Entire Article
Bisnis | Football |