Permintaan Maaf Pemain Qatar Setelah Bikin Ismael Kone Alami Cedera Horor

6 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kanada menang besar setelah menghancurkan Qatar dengan skor 6-0 pada matchday kedua fase grup Piala Dunia 2026, Jumat (19/6) pagi WIB. Namun, di balik pesta gol tersebut, tersimpan sebuah momen mengerikan yang membayangi kemenangan tim tuan rumah.

Sorotan pertandingan tidak hanya tertuju pada hat-trick Jonathan David atau keberhasilan Kanada mendekati tiket babak 32 besar. Perhatian publik sepak bola juga mengarah pada cedera serius yang dialami gelandang Ismael Koné pada babak kedua.

Pemain berusia 24 tahun itu harus meninggalkan lapangan dengan tandu setelah mengalami cedera patah kaki akibat tekel keras pemain Qatar, Assim Madibo. Insiden tersebut terjadi saat pertandingan masih menyisakan waktu yang cukup panjang.

Kejadian itu mengubah suasana pertandingan yang sebelumnya berjalan dalam dominasi Kanada. Para pemain dari kedua tim sempat terlibat ketegangan setelah melihat dampak serius dari benturan yang terjadi di lapangan.

Duel yang Berujung Cedera Serius

Insiden horor tersebut terjadi pada menit ke-51 ketika Kanada sudah unggul 3-0 atas Qatar. Ismael Koné baru saja menerima bola sebelum terlibat duel perebutan bola dengan Assim Madibo.

Madibo melakukan tekel keras yang langsung membuat Koné terjatuh sambil menahan kesakitan. Reaksi para pemain di sekitar lokasi kejadian segera menunjukkan bahwa situasi yang terjadi bukanlah cedera biasa.

Gelandang Sassuolo itu tampak kesakitan dan syok setelah benturan tersebut. Staf medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan penanganan, sementara wasit menghentikan pertandingan.

Setelah meninjau insiden tersebut, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Madibo. Keputusan itu membuat Qatar harus melanjutkan pertandingan dengan sembilan pemain karena sebelumnya Homam El Amin juga sudah lebih dulu diusir keluar lapangan.

Respons Jesse Marsch

Meski mengalami cedera yang dipastikan mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026, Koné menunjukkan ketegaran yang luar biasa. Saat dibawa keluar lapangan menggunakan tandu, ia masih sempat mengacungkan jempol ke arah para suporter yang memberikan dukungan.

Tindakan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi rekan setim, staf pelatih, dan para penonton di stadion. Di tengah rasa sakit yang dialaminya, Koné justru berusaha menenangkan orang-orang di sekitarnya.

"Anda melihat bahwa dia melambaikan tangan ke arah penonton dan hampir membuat semua orang merasa nyaman," kata pelatih Jesse Marsch dikutip dari BBC Sport.

"Ini adalah pernyataan tentang Ismael, tetapi juga ini adalah tim yang luar biasa. Saya telah memberi tahu orang-orang selama bertahun-tahun tentang karakter kelompok ini," sambungnya.

Madibo Sudah Minta Maaf ke Skuad Kanada

Marsch juga mengonfirmasi bahwa Koné langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, pelatih Kanada mengungkapkan bahwa Madibo telah datang ke ruang ganti untuk menyampaikan permintaan maaf kepada sang pemain.

"Dia datang ke ruang ganti untuk meminta maaf," tambah Marsch.

"Saya rasa dia tidak bermaksud melakukan tekel sebrutal itu, saya tidak menyalahkannya untuk itu, tetapi saya tidak mengerti reaksi mereka dari bangku cadangan," kata mantan pelatih RB Leipzig itu.

Sumber: BBC Spoort

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Simak Artikel Lain Tentang Piala Dunia FIFA 2026

Lihat Semua

Prediksi Skotlandia vs Maroko: Bidik Sejarah Lolos Fase Grup

Read Entire Article
Bisnis | Football |