Piala Dunia 2026: Rotasi Besar-besaran yang Berujung Kekalahan Bagi Amerika Serikat

13 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat menelan kekalahan dramatis dari Turki pada matchday ketiga Grup D Piala Dunia 2026. Bermain di Los Angeles Stadium, Jumat (26/6) pagi WIB, USMNT takluk 2-3 setelah gol Kaan Ayhan pada menit 90+8 memastikan kemenangan Turki.

Laga tersebut menjadi sorotan karena keputusan Mauricio Pochettino melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain Amerika Serikat. Setelah memastikan tiket ke fase gugur dan posisi puncak Grup D, Pochettino memilih menyimpan sejumlah pemain utama untuk laga berikutnya.

Christian Pulisic, Sergino Dest, Alex Freeman, Folarin Balogun, hingga Chris Richards tidak tampil sebagai starter dalam pertandingan ini. Pochettino juga mengganti posisi penjaga gawang dengan memainkan Matt Turner menggantikan Matt Freese.

Meski melakukan banyak perubahan, Amerika Serikat sempat tampil menjanjikan dan unggul lebih dulu melalui Auston Trusty. Namun, Turki bangkit lewat gol Arda Guler, Baris Yilmaz, dan Kaan Ayhan untuk menutup laga dengan kemenangan 3-2.

Rotasi 9 Pemain Pochettino

Mauricio Pochettino melakukan sembilan perubahan pada susunan pemain utama Amerika Serikat dibandingkan laga sebelumnya. Jumlah rotasi tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Catatan statistik menunjukkan hanya ada tiga kasus dengan perubahan starter lebih banyak dalam satu edisi Piala Dunia dibandingkan sembilan pergantian pemain yang dilakukan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Spanyol mengganti 11 pemain melawan Arab Saudi pada 2006, Belgia mengganti 10 pemain melawan Jepang pada 2018, dan Brasil melakukan 10 perubahan kontra Korea Selatan pada 2022.

Keputusan Pochettino cukup bisa dipahami karena Amerika Serikat sudah memastikan posisi puncak Grup D sebelum laga berlangsung. Pelatih asal Argentina itu memilih memberi menit bermain kepada pemain pelapis sekaligus menjaga kondisi pemain utama.

Namun, absennya sejumlah pemain penting seperti Pulisic dan Balogun membuat kreativitas serta ketajaman Amerika Serikat mengalami perubahan.

Amerika Serikat Tetap Punya Catatan Positif

Turki yang sudah dipastikan tersingkir sebelum pertandingan justru tampil tanpa beban. Tim asuhan Vincenzo Montella mampu memanfaatkan perubahan komposisi Amerika Serikat dan membalikkan keadaan melalui permainan yang lebih efektif.

Arda Guler menjadi pemain kunci dalam kebangkitan Turki. Gol penyama kedudukannya memberi kepercayaan diri baru setelah Turki sebelumnya gagal mencetak gol dari 62 tembakan dalam kekalahan melawan Australia dan Paraguay.

Dari sisi statistik, Amerika Serikat lebih dominan dalam jumlah tembakan dengan 18 percobaan berbanding sembilan milik Turki. Akan tetapi, Turki unggul dalam kualitas peluang dengan catatan expected goals (xG) 2,71 dibandingkan 2,06 milik Amerika Serikat.

Kekalahan ini menjadi evaluasi bagi Pochettino sebelum memasuki babak 32 besar. Rotasi besar memberikan kesempatan bagi pemain pelapis, tetapi Amerika Serikat harus memastikan keseimbangan skuad tetap terjaga ketika menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur.

Sumber: FotMob

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Kedalaman Skuad Spanyol Bikin Rival di Piala Dunia 2026 Bergidik

Read Entire Article
Bisnis | Football |