Profil Timnas Irak di Piala Dunia 2026: Singa Mesopotamia Siap Mengaum

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Tim Nasional Irak, yang dikenal dengan julukan 'Singa Mesopotamia', berhasil mengamankan satu tempat di Piala Dunia 2026. Kesuksesan ini menandai penampilan kedua mereka di turnamen sepak bola global setelah debut bersejarah pada tahun 1986.

Perjalanan menuju Piala Dunia kali ini tidaklah mudah, melibatkan serangkaian pertandingan kualifikasi yang panjang dan penuh drama. Dengan perjuangan panjang tersebut, Irak tentu bakal memaksimalkan partisipasi di Amerika Utara.

Berjuang bersama Australia, Iran, Jepang, Qatar, Arab Saudi, dan Korea Selatan, serta debutan Yordania dan Uzbekistan, Irak mengincar sejarah dengan merebut poin pertama di Piala Dunia usai gagal mendapatkannya pada partisipasi perdana.

Perjalanan Panjang Irak Menuju Piala Dunia 2026

Dalam babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Irak menunjukkan dominasinya. Tergabung di Grup F pada putaran kedua bersama Vietnam, Filipina, dan Indonesia, di mana mereka berhasil memenangkan keenam pertandingan. Performa impresif ini tidak hanya mengamankan tiket ke babak kualifikasi selanjutnya, tetapi juga memastikan partisipasi mereka di Piala Asia AFC 2027.

Momentum positif ini sempat tertahan di babak ketiga kualifikasi, ketika Irak tergabung di Grup B bersama tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Yordania, Palestina, Oman, dan Kuwait. Meskipun memiliki awal yang menjanjikan, konsistensi menjadi tantangan bagi Singa Mesopotamia. Namun, mereka berhasil bangkit di babak kelima kualifikasi AFC yang berlangsung pada 13 hingga 18 November 2025.

Pada babak kelima, Irak menghadapi Uni Emirat Arab. Leg pertama berakhir imbang 1-1 di Abu Dhabi, namun pada leg kedua di Basra, Irak berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1. Gol penalti krusial dari Amir Al-Ammari pada menit ke-90+17 mengamankan kemenangan agregat 3-2, yang membawa Irak melaju ke babak play-off antar-konfederasi. Kampanye kualifikasi Irak untuk Piala Dunia 2026 ini tercatat sebagai salah satu yang terpanjang, mencakup 21 pertandingan selama 28 bulan.

Di babak play-off antar-konfederasi, Irak menunjukkan ketangguhan mental. Mereka berhasil mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam turnamen play-off yang digelar di Stadion Monterrey, Meksiko. Gol-gol penentu dari Ali al-Hamadi dan Aymen Hussein memastikan Irak menjadi tim ke-48 dan terakhir yang mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026. Gol terakhir kualifikasi dicetak oleh Aymen Hussein melawan Bolivia pada 31 Maret 2026.

Timnas Irak memiliki sejarah partisipasi yang terbatas di ajang Piala Dunia FIFA. Penampilan pertama mereka terjadi pada Piala Dunia FIFA 1986 yang diselenggarakan di Meksiko. Saat itu, Irak tergabung di Grup B dan harus menelan kekalahan dalam ketiga pertandingan fase grup. Dalam debutnya tersebut, Irak mencetak satu-satunya gol mereka di Piala Dunia saat takluk 1-2 dari Belgia, dengan Ahmed Radhi sebagai pencetak gol bersejarah. Mereka juga mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Paraguay dan tuan rumah Meksiko, yang membuat mereka finis di posisi terakhir grup tanpa meraih poin. Setelah penantian panjang selama 40 tahun, Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan kedua bagi Irak di turnamen paling bergengsi ini. Keberhasilan ini tentu menjadi momen yang sangat dinanti dan diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dari partisipasi sebelumnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |