Ramai Pesanan Pizza Pentagon Disebut Jadi 'Kode' Operasi Militer AS

2 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pekan lalu, ramai lagi anggapan 'index pizza'.

Itu semacam teori bahwa setiap kali ada peristiwa negara yang genting, gerai-gerai pizza di sekitar Pentagon, Kementerian Pertahanan juga gedung putih akan sibuk menerima pesanan.

Sebab banyak petinggi militer yang harus lembur dan mengisi perut dengan makanan kenyal yang isinya mozarella dan saus tomat itu. Paling tidak begitu dalam pantauan akun "Pentagon Pizza Report".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu jam sebelum Israel melancarkan serangan pertamanya dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran, pengguna internet mengeklaim telah melihat lonjakan tajam dalam pesanan pizza dari restoran-restoran di dekat Pentagon.

Laporan tersebut mencatat peningkatan tajam dalam pesanan dari District Pizza Palace, sebuah restoran makanan siap saji yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Pentagon, sekitar pukul 19:00 waktu Washington atau kurang dari satu jam sebelum pemboman dimulai.

Lonjakan pesanan pizza serupa dilaporkan tepat sebelum peluncuran Operasi Badai Gurun pada tahun 1991. Kejadian yang sama terjadi pada 1989, ketika pengiriman pizza ke Pentagon dilaporkan meningkat dua kali lipat tepat sebelum invasi AS ke Panama.

Pola yang sama dilaporkan terjadi menjelang pembunuhan mantan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan mantan kepala Hizbullah Hassan Nasrallah. Kala itu lalu lintas di sekitar restoran makanan cepat saji di area Pentagon meningkat tajam.

Bernard Maiks, mantan pemilik lebih dari 40 gerai pizza Domino's di dekat Pentagon, pernah mengatakan bahwa jurnalis sering melewatkan tanda-tanda konflik yang akan datang karena "mereka sedang tidur" pada saat para pengantar pizzanya sudah sibuk melintasi Washington untuk pengiriman mendesak ke Departemen Pertahanan.

Pada tanggal 1 Agustus 1990, Frank Meeks, seorang pemilik waralaba Domino's yang mapan di Washington, memperhatikan peningkatan mendadak dalam pengiriman ke gedung-gedung CIA, semuanya menjelang invasi Irak ke Kuwait, yang memicu Perang Teluk.

Meeks juga mengatakan bahwa lonjakan pengiriman pizza serupa terjadi pada Desember 1998 selama sidang pemakzulan mantan Presiden Bill Clinton.

Namun bukan hanya pengiriman makanan cepat saji saja. Akun Pentagon Pizza Report juga melacak tingkat keramaian di sebuah bar terdekat yang populer di kalangan staf pertahanan.

Nah, pada malam serangan Israel-Iran Juni lalu, bar tersebut sangat sepi. Ini ditafsirkan oleh laporan tersebut sebagai bukti lebih lanjut bahwa para pejabat Pentagon terlalu sibuk untuk mendatangi bar. Jadinya mereka memesan pizza saja.

Berkaitan operasi intelijen

Pelacakan restoran pizza jelang operasi militer ini sudah dilakukan sejak era perang dingin sekitar tahun 1970-an.

Hal itu dilakukan oleh para intel Rusia atau Uni Soviet yang memantau pengiriman pizza berlebihan oleh kurir untuk mengukur kewaspadaan terhadap potensi krisis.

Namun terlepas dari kebaruannya, Indeks Pizza telah menuai skeptisisme dari analis militer, yang mengatakan bahwa indeks ini tidak memiliki nilai yang serius.

Penilaian intelijen yang sebenarnya bergantung pada indikator nyata, seperti penempatan pasukan, citra satelit, pengarahan rahasia, bukan data pengiriman makanan.

Namun teori ini tetap menarik, terutama di era di mana alat seperti Google Maps dapat melacak lalu lintas pejalan kaki masuk dan keluar toko secara real time, berdasarkan data lokasi pengguna.

(imf/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |